perjalanan @nova

Renungan Harian dan Bacaan Harian

Februari 21, 2008 · & Komentar

Hari ini seperti biasa aku mendapat kiriman email berisi renungan harian. Dan seperti biasa juga dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Seperti biasanya juga aku langsung lari ke bahasa Indonesia nya. :) Ya namanya renungan kan harus direnungkan dong.. masak musti dipelajari .. kalo bahasa Inggris kan musti buka kamus.. cari arti dulu.. cek sama Indonesianya, perlu diartiin mentah-mentah ato dicari di bagian idiom nya, dll… yang malah bikin makna renungannya jadi tidak dapat. (ngeles : mode on)

Namun email masuk berikutnya, yang merupakan reply dari renungan tadi, membikin aku sedikit belajar (akhirnya :) ). Temen tadi cuma me-repply, kok inggris dan indonesianya artinya beda jauh ya .. Dan langsung ada yang me-repply dengan kalimat .. iya nih lebih “mantep” pake bahasa inggris nya .. soul-nya dapet. Aku yang baca langsung membatin .. waduh nerjemahin artinya aja pusing boro-boro ketemu soul .. hehehe … (sambil buka kamus cari arti kata soul .. oke berlebihan :P )

Berbulan yang lalu, dalam acara obrolan santai di kereta api AC menuju Pondok Ranji setelah pulang kantor, salah satu temen pernah menyinggung bahwa kamus Indonesia Inggris terbagus dan terbesar adalah Alkitab (bahasa Inggris) dengan terjemahan (Indonesia)-nya. Soal bener enggaknya ya gak tau.. sementara bolehlah dipahami bahwa tentu saja banyak kata, rangkaian kata, dan idiom dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, jadi diassumsikan bahwa semakin banyak kata semakin banyak terjemahan… hmm ..bolehlah analoginya. Tapi kalo artinya beda jauh berarti terjemahannya yang ngaco dong .. Lho emang ada yang beda ??? (jelas ada karena di atas telah disinggung).

Nih sebagai contoh :

Kisah Para Rasul 9:31
Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Acts of the Apostles 9:31
31 So the church throughout all Judea and Galilee and Samaria had peace and was built up; and walking in the fear of the Lord and in the comfort of the Holy Spirit it was multiplied.

Kata “church” biasanya dipahami sebagai gereja tapi disini sebagai jemaat.

Oke jika ada perbedaan seperti itu .. trus apakah musti kita baca semuanya dalam bahasa Inggris supaya bisa dapet arti ato “soul” yang bener ?

Oh..tidak begitu maksudku .. ini hanya untuk memperjelas bahwa Kitab Suci bukannya semata-mata Kamus terbesar. Lagian kata siapa Kitab Suci awalnya pake bahasa Inggris. Memang paling baik untuk membaca Kitab Suci kalau tahu bahasa asli (juga adat kebiasaaan dan situasi sejarah saat itu). Tetapi ini bukan suatu hal yang gampang atau mudah dilaksanakan. Bahkan harus dikatakan bahwa untuk kebanyakan orang, ini hampir mustahil, tidak ada kesempatan, tidak ada waktu dan juga tidak ada pendidikan dasar untuk itu. Maka sebaiknya itu diserahkan kepada para ahli  saja.

Maka Kitab Suci tidak bisa semuanya dilihat dan dibaca sebagai satu ayat yang sambung menyambung menjadi sebuah kitab. Yang boleh diartikan ayat per ayat. Membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci pun harus melihat tema dari bacaan tersebut. (Ck..ck.. keren kan kalimat gw .. :) ). Tema bacaan itulah yang yang merupakan “soul” nya. Inilah sebabnya aku tadi bilang belajar, sebab aku jadi berpikir kenapa yach kok aku baca renungan harian dan bukannya baca bacaan harian.

Renungan harian yang selalu aku terima via email selalu diawali oleh suatu kisah tentang pengalaman seseorang dan selalu dikaitkan dengan satu ato dua ayat dalam kitab suci. Jujur saja kisah-kisah itu selalu menyentuhku. Tapi bagaimana kisah tersebut menemukan ayatnya itu membuatku merasa bahwa ayat hanya digunakan sebagai “judge” pembenaran kisah tadi. Soalnya aku jadi berpikir jika aku punya pengalaman dan aku sisipin ayat suci didalamnya.. wah tentu pengalamanku akan menjadi pengalaman suci.. dan ujung-ujungnya aku orang suci juga ..hehehe… :P

Berbeda dengan renungan harian, bacaan (Kitab Suci) harian umumnya telah ditetapkan ato terjadwal terlebih dahulu. Dan karena telah dibuat terlebih dahulu maka dapat diketahui tema harian dari bacaan itu.. tema bulanan.. bahkan tema untuk satu tahun. Bacaan harian tersebut kemudian dilengkapi dengan ulasan untuk dipahami, dihayati, sebagaimana dihayati oleh Israel  dan oleh jemaat perdana, dan dari penghayatan Kitab Suci itu kita harus tanya bagaimana dengan hidup kita sekarang.

Cara merenungkan bacaan harian gimana ya …

(a) Pertama-tama kita harus tahu dengan jelas apa sebetulnya tema yang oleh sang pengarang disini dibahas. Dan (b) kemudian kita harus tahu apa kebutuhan kita. Serta (c) akhirnya kita sendiri harus bertindak nyata di lingkungan sekitar sebagaimana isi dari Kitab Suci.

Pelajaran yang aku dapet sebagaimana telah aku singgung di atas adalah bahwa janganlah kisah hidup kita disandingkan dengan suatu ayat karena ini hanya akan “membenarkan” nya dihadapan Kitab Suci.

Gak percaya ? Liat aja sekeliling.

Kategori: perjalanan (agama) · perjalanan (diri)
Tagged: , , , , ,

Blogdesk… menulis jadi lebih mudah

Februari 21, 2008 · & Komentar

Ada kawan yang setengah gak percaya ketika tau aku punya blog. Dan tambah gak percaya lagi setelah aku bilang kalo aku “mengelola” beberapa blog. Dan efek kejut yang paling besar di dia adalah ketika melihat isi blog ku yang ini ternyata cuma ada satu buah post.

Ya minimal aku dah bikin jalan untuk membagi pikiranku dengan temen-temen blogger yang laen. Toh kalo aku kirim comment aku selalu menggunakan alamat blog ku yang bener, jelasku. Dan soal posting yang cuma atu itu emang karena terkendala oleh komputer kantor yang lemot banget .. so beberapa kali kejadian malah postingan yang aku upload gagal kirim dan .. akhirnya ya itu cuma ada satu post aja.

“Halah.. kan bisa di bikin dulu di word .. baru di upload.”

Eh, jangan salah ya.. aku bukannya gak mau bikin dulu di word. tapi word dengan segala kehebatannya malah jadi susah kalo nanti di upload. Dan selama ini aku menggunakan Keynote. Jadi jangan kaget ya kalo tiba-tiba banyak post baru di blog ku .. karena aku emang udah nyetok bahan bahan.

“Apaan tuh .. keynote?”

Sampai disini aja petikan omongan ku dengan kawan tadi.. toh dengan caraku obrolan bergeser ke keynote dan bukan soal satu buah posting-an tadi.. hehehe.. (yang penasaran dengan keynote silakan liat dari artikel bang Jarar karena aku juga tau dari abang itu)

Balik ke soal “single post” tadi … emang pada dasarnya sih males aja.. (moga kawan tadi gak baca :) ) tapi bukan Didit dong kalo gak bisa ngeles. Sampai suatu ketika sewaktu belajar ketemu istilah dengan blogdesk. Lho.. kok kayaknya asyik nih .. langsung download .. install … dan inilah tulisan pertama.

Blogdesk

Tentu bukan hanya sampai disini aja .. yang jelas beberapa (bukan “banyak” ya ..) bahan yang selama ini cuma ada di notepad dan keynote langsung di ubek-ubek lagi .. sambil uji coba dan cari-cari tempat belajar blogdesk lagi seperti di sini, di sana, dan di situ.

Makasih buat blogdesk .. makasih buat blogger yang ngasih ajaran ..dan makasih buat bos yang kebetulan lagi gak ada .. jadi langsung bisa praktek tanpa curi-curi waktu .. yang telah terbukti selama ini bikin males.

Kalo ada yang lebih baek dari blogdesk .. mbok saya dikasih tau biar pinter dan gak males nulis lagi .. sedemikian rupa supaya tidak ada lagi “blogger-blogger single post” ato “blogger-blogger comment” .. ya seperti saya ini … :)

Kategori: perjalanan (diri)
Tagged: , , , ,