perjalanan @nova

UU ITE dan perangkap tikus

April 7, 2008 · 5 Tanggapan

Kisah Perangkap Tikus
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam “Hmmm… makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar ??”

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….”

Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkat tikus” Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati… tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali” Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata, ” Ahhh… Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan… Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Terkadang apa yang tidak berhubungan langsung dengan kehidupan kita mempengaruhi kita juga.

Beberapa waktu yang lalu Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) telah di setujui DPR. Dan tinggal menunggu untuk di nomorin dan ditandatangani Presiden sehingga sah disebut UU ITE. Banyak tanggapan atas kemunculan dan disahkan nya UU ITE ini dan salah satu yang (kembali) menonjol adalah perseteruan antara blogger dan seorang “pakar telematika” . Silakan menikmati pergumulan lebih lanjut lewat internet masing-masing karena bukan ini topik yang mo aku omongin.

Apakah UU ITE akan mempengaruhi kehidupan kita?

UU ITE adalah perangkap tikus bagi si tikus. Adalah perlu di dukung jika ingin memberantas tikus yang merugikan. Adalah setuju jika konten porno ato child abuse ato informasi yang rahasia perlu dijaga dan diawasi. Tetapi jangan sampai mengganggu “binatang” yang lain. Yang malah akan membuat keadaan semakin kacau. Kejadian perangkap tikus ini telah terbukti dengan di block nya situs Youtube berkaitan dengan film Fitna yang malah membuat beberapa situs seperti MySpace, Multiply, dan Blogspot sempet tak bisa diakses, meskipun sekarang sudah bisa kembali diakses.

Jadi jangan diam karena ada perangkap tikus yang menurut kita bukan buat kita. Baca UU ITE dan awasi penggunaannya. Sebab di negara tercinta ini tidaklah sulit untuk menuduh seseorang sebagai tikus dan mencari saksi bahwa anda memang bener-bener seekor tikus.

Kategori: perjalanan (umum)
Ditandai: , , , , ,

Unsur-unsur Teknik Vokal

April 7, 2008 · 18 Tanggapan

Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument.
Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.

TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :

  1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
  2. Pernafasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
    Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
    - Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
    - Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
    - Pernafasan Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
  3. Phrasering, adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
  4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
  5. Resonansi, adalah  usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
  6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
  7. Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
  8. Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
    Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
    a. Pendengaran yang baik
    b. Kontrol pernafasan
    c. Rasa musical.

Nada, adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
Sifat nada ada 4 yaitu :
a. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
b. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
c. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
d. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.

CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.

DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.

STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.

SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :

Suara Wanita Dewasa ;
a. Sopran (suara tinggi wanita)
b. Messo Sopran (suara sedang wanita)
c. Alto (suara rendah wanita)

Suara Pria Dewasa :
a. Tenor (suara tinggi pria)
b. Bariton (suara sedang pria)
c. Bas (suara rendah pria)

Suara Anak-anak :
a. Tinggi
b. Rendah.

TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.

Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).

Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :
- Bersifat riang gembira
- Bersemangat
- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
- Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½
Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor :
Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.

Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :
- Kurang bersemangat.
- Bersifat sedih
- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
- Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .
Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.
Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.

TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B

TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.
Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.

APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.

BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu.
Contoh birama : 2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8

PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.

JENIS-JENIS PADUAN SUARA :

  1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
  2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
  3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
  4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
  5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
  6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara.

Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :
a. memiliki sifat kepemimpinan
b. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
c. sebaiknya sehat jasmani dan rohani
d. simpatik
f. menguasai cara latihan yang efektif
g. memiliki daya imajinasi yang baik
h. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik :

1. f : forte = keras
2. ff : fortissimo = sangat keras
3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin
4. mf : mezzo forte = setemgah keras
5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut
6. p : piano = lembut
7. pp : pianissimo = sangat lembut
8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin
9. mp : mezzo piano = setengah lembut

PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :

- Diminuendo (dim) : melembut
- Perdendosi : melembut sampai hilang
- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang
- Calando : mengurangi keras
- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun
- Cresscendo : berangsur-angsur keras
- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.
A.TANDA TEMPO CEPAT
1. Allegro : cepat
2. Allegratto : agak cepat
3. Allegrissimo : lebih cepat
4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang
3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT
1. Largo : lambat
2. Largissimo : lebih lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
5. Grave : sangat lambat sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.

Moga berguna.

(disadur dengan sedikit suntingan dari http://cepspenza.blogspot.com/)

Kategori: perjalanan (umum)
Ditandai: , , , , , , , ,

Arti Warna pada Simbol Pita dan bentuk kepedulian kita

April 7, 2008 · 3 Tanggapan

Beberapa waktu yang lalu ramai penggunaan simbol pita merah yang disematkan di dada sebagai bukti kepedulian terhadap ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS). Berlanjut dengan penggunaan pita pink sebagai bentuk kepedulian terhadap kanker payudara. Dan sekarang ini nih di USA sono lagi demen ama pita kuning sebagai dukungan terhadap prajurit mereka yang ditugaskan di Irak dan medan tempur lainnya. Pita kuning tersebut biasanya bertuliskan Save Our Troops dan bahkan beberapa orang memberikan dukungan nya dengan cara mengikatkan pita kuning di pohon di sekitar rumah mereka. Banyak cerita seputar penggunaan pita-pita tersebut dan warna-warna yang berbeda dari setiap pita mewakili maksud tertentu.

Banyak dari nama penyakit dan singkatan di bawah ini tidak diterjemahkan. Dikarenakan tidak terdapatnya padanan yang cocok dalam bahasa Indonesia atau merupakan singkatan yang tidak dapat di artikan secara harafiah. Silakan tanya pada Mr.  G untuk penjelasan lebih lanjut sekalian menambah perbendaharaan bahasa kita.

Kenakanlah pita dan katakan bahwa KITA PEDULI.

Salam. 

Berikut warna pita dan artinya :

  • Pita Merah Jambu (Pink Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker payudara, kelahiran usia lanjut, kanker pada anak-anak (alternative : light blue ribbon)
  • Pita Kuning (Yellow Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap para tentara (MIA/POW), pencegahan bunuh diri, orangtua adopsi, anak hilang (amber alert), kanker kandung kemih, sumbing tulang belakang (spina bifida), endometriosis, sarcoma, kepala membesar (hydrocephalus/hydrocephaly), penyakit dan kanker hati, dan symbol umum untuk pengharapan.
  • Pita Kuning Muda (Pale Yellow Ribbon :
    Arti/dukungan/perhatian terhadap
    sumbing tulang belakang (spina bifida)
  • Pita Merah (Red Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap
    pencegahan HIV/AIDS, penyakit hati, stroke, substance abuse (penyalahgunaan obat), MADD (Mothers Against Drunk Driving), DARE ((Drug Abuse Resistance Education), Epidermolysis Bullosa, Reflex Sympathetic Dystrophy, Wolff-Parkinson -White Syndrome (WPW), dan secara umum melambangkan cinta (love)
  • Pita Burgundi (Burgundy Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap brain aneurysm, operasi Cesar (Cesarean section – worn upside down), sakit kepala (headaches and migraines), hemangioma, vascular malformation, hospice care, multiple myeloma, William’s syndrome, Thrombophilia, Antiphospholid Antibody Syndrome, dan adults with disabilities
  • Pita Ungu (Purple Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker pankreas/getah bening, KDRT (domestic violence), ADD, ADHD,  alzheimer’s, toleransi beragama, kekerasan terhadap binatang (animal abuse), korban 9/11 (termasuk polisi dan pemadam kebakaran), Crohn’s disease and colitis, cystic fibrosis, macular degeneration, Sjogren’s Syndrome, lupus, leimyosarcoma, dan fibromyalgia. Dan simbol ini secara umum juga digunakan orang yang telah terbebas dari penyakit kanker.
  • Pita Lavender (Lavender Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap penyakit kanker, epilepsi,
    gangguan fungsi motorik (rett syndrome), dan perhatian terhadap remaja (foster care)
  • Pita Periwinkle (Periwinkle Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap kelainan pola makan (eating disorders),
    tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru, yang mengakibatkan gagal jantung dan kematian dini  (pulmonary hypertension), kanker perut, GERD, IBS
  • Pita Biru (Blue Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap mabuk saat mengemudi, kekerasan anak, Osteogenesis Imperfecta (OI), korban badai Katrina, dystonia, acute respiratory distress syndrome (ARDS), alopecia, pendidikan, Epstein-Barr Virus, Save the Music, kanker usus besar (alternative ribbon color : brown), anti rokok dan perokok pasif (anti-tobacco – particularly anti-second hand smoke), dan I Love Clean Air/ILCA Campaign (Japan)
  • Pita Biru Laut (Dark Blue Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap radang sendi (arthritis), hystiocytosis , pencegahan kekerasan pada anak (child abuse prevention), hak-hak korban kejahatan (crime victim’s rights), Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), interstitial cystitis, Epstein-Barr Virus (EBV), Reyes Syndrome, education, short bowel syndrome, Myositis, Leukodystrophy, Hurricane Support, police officers lost in the line of duty (AKA, the Thin Blue Line), kebebasan berpendapat (free speech), kualitas air (water quality) dan keselamatan di perairan (water safety – flooding, drowning and accidents)
  • Pita Biru Muda (Light Blue Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker pada anak (alternative color: pink), kanker prostat, Trisomy 18, dan pengerasan kulit (scleroderma).
  • Pita Teal (Teal Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap ovarian, cervical, and uterine (all gynecological) cancers, substance abuse, sexual assault, Myasthenia Gravis, Polycystic Ovarian Syndrome, dan korban tsunami.
  • Pita Hijau (Green Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap depresi (both adults and children), anak hilang (missing children), open records for adoptees, kepedulian lingkungan (environmental concerns), kanker dan penyakit ginjal (kidney cancer and disease), tissue/organ donation, bipolar disorder, mental health or illness, eye injuries, Tourette’s Syndrome, bone marrow transplants and donation, glaucoma, leukemia, environment, neural tube defects, Mitochondrial Disease, growth and rebuilding, Cerebral Palsy, dan keselamatan kerja dan mengemudi (worker and driving safety)
  • Pita Jingga (Orange Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap kelaparan, leukemia, cultural diversity and racial tolerance, feral cats, motorcyclist safety, Multiple Sclerosis -wristband only, self injury, dan Agent Orange exposure.
  • Pita Pearl (Pearl Ribbon):
    Arti/dukungan/perhatian terhadap emphysema, lung cancer, mesothelioma, dan multiple sclerosis (
    penyakit system syaraf pusat)
  • Pita Hitam (Black Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap  perkabungan (mourning), (kanker kulit) melanoma, anti-gangs, anti teroris (di Spanyol), POW-MIAs, dan dukungan terhadap masyarakat Amish (Amish support)
  • Pita Coklat (Brown Ribbon):
    Arti/dukungan/perhatian terhadap  anti rokok (anti-tobacco) dan colon cancer (alternative ribbon color: blue), serta colorectal cancer (alternative ribbon color: blue)
  • Pita Abu-abu (Grey Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap diabetes, asthma, allergies , dan kanker otak (brain cancer)
  • Pita Perak (Silver Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap children with disabilities, Parkinson’s disease, elderly abuse, any diseases or disorders of the brain including strokes, dan penyakit jiwa (mental illnesses such as severe depression, bipolar disorder, schizophrenia, and anxiety disorders).
  • Pita Emas (Gold Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker pada anak (childhood cancer)
  • Pita Puzzle Berwarna (Jigsaw Puzzle Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap penderita autis (autism)
  • Pita Berenda (Lace Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap osteoporosis
  • Pita Hijau Limau (Lime Green Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap  Lymphoma, Lyme Disease, Muscular Dystrophy-wristband only, dan Sandhoff Disease
  • Pita Peach (Peach Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap  Uterine Cancer, Endometrial Cancer 
  • Pita Hijau Muda (Light Green Ribbon)
    Art
    i/dukungan/perhatian terhadap  Pelvic Pain (chronic), Celiac Disease
  • Pita Polos/Putih (Clear Ribbon)
    Arti/dukungan/perhatian terhadap keadilan (innocence), korban teroris (victims of terrorism), kedamaian (peace), hak hidup (right to life), kanker dan penyakit tulang (bone cancer and disease), diabetes, sexual assault of students, retinal blastoma, alzheimers, adoption, bone disease and bone cancer, anti-child pornography on the internet  diabetes, sexual assault of students, retinal blastoma, alzheimers, adoption, dan anti-child pornography on the internet.
  •  

Selain warna-warna tunggal di atas juga terdapat beberapa kombinasi warna yang dapat di artikan sebagai :

Pink and Blue Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap kelahiran premature, kehamilan dan kematian bayi, kanker payudara pria.
Red and WhiteRibbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Head and neck cancer, aplastic anemia
Red and Yellow Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Hepatitis C
Red, White and Blue Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Patriotism, 9/11 victims
Red and Blue with a Heart Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Congenital Heart Defects (also red,blue and red stripes)
Blue And Yellow Arti/dukungan/perhatian terhadap  Down Syndrome, designated drivers (The Hero Campaign)
Purple Ribbon with a Red rose Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Cystic Fibrosis
Purple And Green Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Hospice And Pallative Care
Purple And Blue Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Pediatric Stroke
Purple and Yellow Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Chemical Injury (any chemical related boo boos)
Orchid and Orange Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  psoriasis
Lime Green and Aqua Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  adult stem cell donor
Teal And Pink Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Hereditary Breast Cancer or a combo ribbon for gynecological and breast cancers
Black and
Pink Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Bone Marrow Donor, loss of a daughter
Black and
Lt. Blue Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Loss of a son
Black and White Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Carcinoid Syndrome Cancer (zebra stripes) and anti-racism
Black White And Black (three stripes) Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Vaccine danger
Gold and Black Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Platelett donor
Ivory,
Burgundy and Ivory Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Oral head and neck cancer
Yellow, Lime Green, Orange, Aqua, Hot Pink Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  Myelodysplastic Syndrome
Orange, Green, Blue, Purple, Yellow Ribbon Arti/dukungan/perhatian terhadap  STD awareness.
Nah, mana pita mu ?

Kategori: perjalanan (umum)
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , ,