“Sebenernya aku dulu sempet seneng sama kamu lho”
Berapa kali kamu pernah mengucapkan kalimat itu ato berapa kali kalimat itu pernah diucapkan kepadamu?
Pertama kali kalimat itu aku dengar dalam obrolan malam ketika aku “nembak” seorang cewek untuk jadi pacarku. Saat itu dia menanyakan kenapa baru sekarang aku menembaknya, kenapa tidak dulu-dulu. Aku hanya tersenyum. Bukan hal yang nyaman bagiku untuk dibicarakan saat dua hati (baru saja) memutuskan untuk berpacaran. Dia juga menambahkan bahwa dia suka sama aku sejak dulu, sejak 10 tahun yang lampau.
Aneh juga ya.. saat dia suka aku dulu, aku masih pacaran dengan orang lain dan dia juga berpacaran dengan orang lain. Itu sebuah kalimat hiburan pelipur lara ato penegasan ato sekedar buah bibir. Entah.. (meski kelak di kemudian hari dia bersumpah bahwa emang dia suka aku sejak dulu itu).
Kalimat yang sama kembali aku dengar ketika ada reuni dengan beberapa teman masa kecil dulu. Salah seorang teman, cewek, menceritakan bahwa dulu dia sempat suka dengan aku. Lengkap dengan proses kenapa suka, apa yang dilakukan untuk menunjukkan dia suka, respon aku saat itu, dan lain-lainnya. Saat mendengar itu aku hanya tersenyum dan berkata “jangan menggodaku.. nanti aku jadi belagu”. Dan dia menambahkan “Itulah masa lalu.. jika saat itu kamu tau aku suka kamu, apa kita akan pacaran?” Kita tertawa bersama.. tanpa jawaban.
Ketiga.. keempat.. cuma jadi bahan candaan.. bagiku cuma sekedar ungkapan “untung aku gak jadian ama kamu Dit.. kalo iya wah kasian diriku.. lihat sekarang aku dah hidup berbahagia dengan pangeranku.” (Minder always.. MODE ON)
Bener gak sih.. dulu mereka suka aku? Halah.. ngarep ae kon iku.
Dalam obrolan yang lain, seorang temen berkata bahwa si A yang merupakan kembang di sekolah dulu sempet bernasib malang. Selalu pacaran dengan cowok yang brengsek.
Aku : Mosok sih?
# Lha, iya.. dari mulai pemabuk, berandalan, pecandu, bahkan ada yang sempet maen dukun sehingga hampir gila si A dibuatnya.
Aku : Busyet.. sebegitukah.. dia kan cantik, putih, pandai, kaya, terkenal, apa sih susahnya cari cowok yang bener?
# Itu lah Dit.. kami berdua tuh udah sobatan sejak kecil.. kami deket banget.. dan terkadang kami suka bingung juga kok yang deketin kita cowok yang nakal-nakal terus. Orang-orang kayak kamu kayaknya gak nganggep kita. Emang kita gak layak ya buat kalian.
Aku : (Lho.. antara musti bangga dipuji ato berjaga karena di sindir) Eh, ya bukan gitu tapi dengan banyaknya temen kalian ya kita.. eh aku pikir aku yang gak pantas buat kalian.
# Ya itu lah begonya dirimu. Hehehehe …
Aku : Hehehe.. (antara bego dan mengasihani diri)
Bener gak sih cewek secantik itu, banyangin aja ya.. putih (saking putihnya kalo minum kopi keliatan), hidung mancung, mata besar, rambut ikal kemerahan, pinter (mewakili sekolah kalo lomba-lomba), kuaya ruaya (bokapnya salah satu donatur sekolah), dan terkenal (pengurus OSIS, UKS, PKS, Pramuka), kok susah cari cowok yang baek-baek?
Maaf aku gak bisa jawab karena aku bukan cewek. Tapi pengalamanku sebagai cowok bego mengajarkan hal-hal ini yang menyebabkan cowok gak berani mendekati cewek cantik.
- Minder, memang berpengaruh besar dalam hal ini. Karena minder (bukan sombong ya) maka selama tiga taon bersekolah aku gak pernah ngobrol sama si cantik tadi. Sampai dengan tulisan ini dibuat juga gak pernah ngobrol. Cuma email 2 kali itu pun karena ngomongin reuni (yang tidak bisa dia hadiri).
- Takut gagal; Perasaan takut gagal membuat cowok tidak berani mengambil resiko mendekat. Bisa dibayangkan jika setiap orang men-cap kita sebagai orang yang tidak tau diri karena berani menganggap kita pantas berpacaran dengan si cantik.
- Gak level; bahwa dia cantik, aku jelek. Dia kaya, aku miskin, dia pengurus, aku anggota, dan sebagainya. Penggolong-golongan ini sudah menyumbat keinginan untuk mendekat.
- Pikiran negatif; bahwa yang cewek cantik pasti suka dugem, ato pacarnya banyak; cewek aktif akan menindas “suami”; cewek kaya itu materialistis; dan sebangsanya.
- Ajaran agama kuat; disebutkan bahwa jodoh di tangan Tuhan; jodoh sudah ada yang mengatur; ato jika jodoh tidak akan kemana.
Jika cowok dah punya pikiran-pikiran seperti itu maka dia gak akan mendekati si cantik. Ato jika melirik ya cuma sekilas.. sekedar bisa melukis wajahnya dalam mimpi. Kacian dech loe ..
Tapi jangan khawatir, itu tidak dilakukan oleh semua cowok kok. Masih ada dan masih banyak cowok baek yang berpikiran jernih dan berakal sehat Terlebih lagi dengan semakin banyak informasi dan program pengembangan kepribadian maka cowok semakin matang, semakin percaya diri, semakin berotak, dan semakin punya semangat juang untuk memilih cewek yang diidam-idamkannya.berikut penyaringan tiga kali.
Bagi cewek.. juga jangan minder. Kejar juga cowok yang kamu suka. Jangan sampai suatu ketika saat reuni, seorang cowok berkata “Sebenernya aku dulu sempet seneng sama kamu lho” dan kamu cuma bisa tersenyum membego-begokan diri persis seperti yang aku alami.
Gambar disamping sebagai ungkapan kagum pada beberapa temen cewek yang berani bilang bahwa cowok jakarta sini bego-bego karena tidak melihat cewek keren di depannya, cuma berani SMS ato chat, dan malah minder ketika ketemuan.
Tulisan ini juga sebagai ucapan terimakasih atas tanggapan untuk komentar dalam tulisan Chika.
Btw, cewek yang aku tembak dengan menyingkirkan semua pikiran negatif dan perasaan minder itu sekarang telah memberiku dua anak yang ganteng, dan ketiganya sedang tidur ketika aku menulis ini.




