perjalanan @nova

Perpustakaan Pribadi yuuuk.. mari

Mei 5, 2008 · & Komentar

Bukan koleksiku lho..Saat membereskan salah satu ruang di rumah yang biasa aku pake buat nonton film dan nyimpen buku, aku menyadari kalo koleksi buku yang aku punya banyak yang lenyap. Sebagian karena dipinjam, yang umumnya untuk jangka waktu tujuh turunan :lol: , ato terselip di ruang lain yang kemudian menghilang dengan pola kebersihan yang terapkan pembantu di rumah.

Dengan semakin besarnya si kecil, aku tau kalo koleksi buku yang aku punya nantinya akan jatuh ke tangan dia. Ya mirip seperti aku yang udah meminta warisan buku yang dipunyai orang tuaku :P . Koleksi buku si kecil juga sudah mulai harus mendapatkan tempat tersendiri. Saat inilah menurutku saat yang tepat untuk mulai bicara tentang perpustakaan pribadi.

Perpustakaan, menurut UU Republik Indonesia No.43 Tahun 2007 yang diundangkan tanggal 1 November 2007 lalu, adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sedang Pemustaka adalah pengguna Perpustakaan. Ribet ya.. tapi yang namanya Undang-undang ya pasti ribet. Lha wong bikinnya mahal.. masak sederhana. Halah.. :P

Perpustakaan terdiri atas .. buku.
Salah bos, perpustakaan bukan cuma buku. Emangnya toko buku. Ada banyak tuh yang bisa dimasukkan di dalamnya. Kita copy paste dari Perpustakaan Nasional Indonesia ya.. Perpustakaan Nasional terdiri atas terdiri dari Artikel Majalah, Artikel Surat Kabar, CD Audio, CD Data, CD Video, Foto Dalam Album, Kaset Audio, Majalah Langka, Manuskrip, Mikrofilm Surat Kabar, Mikrofis Buku, Monograf (OPAC), Peta, dan Media Massa Virtual (situs web). Dari rincian yang dipunya perpustakaan nasional ada berapa item yang udah kita punya? :D Paling buku, CD, Kaset, dan … blogroll. Nah terbukti kan kalo blogroll termasuk perpustakaan :D

Oke .. langkah-langkah apa sih yang perlu untuk bikin perpus pribadi?

  1. Pengumpulan, bisa diperoleh dengan :
    warisan, minjem (tujuh turunan) copy, unduh, dan beli. Problem umumnya di dana, karena buku bagi kita belum kebutuhan pokok.
  2. Tempat, kalo sudah terkumpul tentu perlu ruangan khusus untuk menyimpannnya. CD perlu tempat tersendiri, mengunduh perlu hardisk yang besar, belum lagi perawatannya. Kontainer plastik (70rb) cukuplah untuk pemula (seperti aku) selain rak (merk Olimpic 100rb setinggi 180cm)untuk memamerkan koleksi kita.
  3. Inventarisasi, meliputi pencatatan dari mulai diperoleh sampai dengan mengelompokkannya sesuai dengan jenis dan kriteria yang kita mau.

PerpusBicara inventarisasi, berarti bicara tentang subyek perpus (pengetahuan umum, agama, sastra, dll) dan obyek perpus (buku, CD dll). Inventarisasi awal adalah dengan membuat buku Induk. Buku induk memuat informasi nomor induk, tanggal masuk koleksi, nama pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, asal koleksi (beli, waris, copy, atau tukeran), harga, kolasi (jumlah halaman, lampiran), dan nomor panggil (kode yang mewakili koleksi tercatat di punggung buku, menunjukkan lokasi buku di jajaran koleksi di rak). Pengisian buku induk sekaligus sebagai kegiatan pencatatan data bibliografis yang akan dituangkan dalam katalog. Katalog ini biasanya terbagi 3 yaitu katalog subyek, katalog pengarang, dan katalog judul. Setelah dimasukkan dalam buku induk, tulis nomor induk di tiap buku. Biasanya tidak berlaku untuk majalah dan Media Massa Virtual (situs web).

Dari sekian banyak jenis pengklasifikasian subyek, yang sering dipake adalah Dewey Decimal Classification (DDC). Klasifikasi Dewey DDC ini dibuat oleh John Melvil Dewey tahun 1800-an. Subyek dalam DDC dibagi sepuluh kategori. Dan jujur saja sewaktu aku mulai membaginya agak kesulitan menentukan jenis dari suatu buku masuk ke klasifikasi yang mana. Pembagian dengan metode ini mungkin ini dapat membantu.

  • 000 untuk General Science (Ilmu Umum), What is unclassified elsewhere?
  • 100 Pscyology (Psikologi), Who am I ?
  • 200 Religion (Agama), Who made me ?
  • 300, Social Science (Ilmu Sosial), Who is that person ?
  • 400 Language (Bahasa), How can I communicate ?
  • 500 Pure Science (Ilmu Murni), What do I know about nature ?
  • 600 Applied Science (Ilmu-Ilmu Terapan), How can I use what I know about nature ?
  • 700 Art (seni), What do I do in my leisure time ?
  • 800 Literature (Sastra), What are the great writing ?
  • 900 History and Geography (Sejarah dan Geografi), Where can we go and where have we been ?.

Setiap kategori pembagian masih dapat dibagi lagi dalam sub-sub tertentu, seperti ini misalnya.

Kelebihan lain dari sistem DDC adalah memudahkan untuk ditambahkannya subjek/tema-tema baru. Pada saat pertama kali diterbitkan pada 1876, manual DDC hanya terdiri dari 44 halaman. Sedangkan dalam Edisi 21 yang diterbitkan pada 1996, manual DDC mencapai tebal lebih dari 4000 halaman. DDC memungkinkan penambahan subjek baru karena DDC menggunakan sistem desimal. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya. Jika memerlukan klasifikasi Dewey ini silakan menghubungi Perpustakaan Nasional yang dibagikan secara gratis (katanya lho ya..)

Nah, .. buku dah ada, ruang dah tersedia, inventarisasi dah tau caranya.. apalagi yang belum ? Proses dong.. jalan.. kerja.. wah bro.. kalo musti ngetik segituu banyak ya capee dech..

Kalo gak mau capek ya cari software untuk mengerjakannya. Salah satu yang aku pake adalah Perpustakaan (Light Version 2.5). Ini program free license dengan lebih dari 2000 buku dan bisa untuk 500 pengguna. Silaken unduh di sini.

Sip.. udah semuanya.
Silaken dicoba dan jangan pelit-pelit kalo punya buku banyak. Maksudku jangan pelit untuk membagi ilmu yang didapat dengan membaca.

Membaca .. memperkaya diri.
Menulis.. memperkaya orang lain.
(alias sedekah.. :D )

Baca juga :
http://istanabuku.wordpress.com/2008/04/04/mengelola-perpustakaan-pribadi/
http://jaen2006.wordpress.com/2006/12/08/lebih-dekat-dengan-%E2%80%9Cperpus%E2%80%9D/

Kategori: perjalanan (umum)
Ditandai: , , , , , , ,