BBM naik.. prasangka buruk dan tindakan kita

Bentar lagi harga BBM (minyak tanah, solar, premium, dll) akan dinaikkan. Efeknya berantai ke ongkos transportasi baik manusia maupun barang. Akibat biaya transportasi naik maka harga barang naik. Karena harga barang akan naik maka penjual sudah menaikkan harga barangnya sekarang. Sebab jika tidak dinaikkan maka tidak akan ada modal usaha untuk membeli barang selanjutnya. Akibatnya harga barang naik sekarang maka kita langsung sudah merasakan susah padahal harga minyak belum lah dinaikkan. Segitu hebatnya efek kenaikan harga BBM ini padahal BBM bukan kebutuhan pokok seperti hal nya beras. Gila betul ya..

Alasan utama pemerintah menaikkan harga BBM adalah kenaikan harga minyak dunia dari US$ 60 per barel menjadi di atas US$ 120 per barel. Yang berakibat pada meningkatnya subsidi BBM (dan listrik) menjadi 300 trilyun. Baca sini.

Lha emang kenapa kalo subsidi 300T ?
Ini kan tugas pemerintah sebagai negara .. kalo gak becus turun saja.

Setuju. Dan lucunya SBY-JK malah berkoar lebih baik mundur kalo BBM tidak dinaikkan. Piye jal… :D

Ayo kita liat APBN kita. Hitungan sederhana penerimaan dan pengeluaran negara menurut APBN 2008 yang diambil dari situs Direktorat Jenderal Anggaran Departemen Keuangan sebagai berikut :
Penerimaan : 781T (termasuk penerimaan pajak 591 T)
belanja pusat : 573T (termasuk subsidi 97 T dan bunga 91 T)
transfer ke daerah : 281 T (dana bagi hasil)
defisit anggaran : - 73 T (pada harga minyak $60/barel)

Semua perhitungan di atas mengacu pada asumsi dasar sebagaimana disebut pada tabel 11 data di atas, salah satunya harga dasar minyak US$60 dan lifting minyak Indonesia 1.034 juta barel/hari (yang terbukti tidak tercapai).

Jika minyak naik jadi $120/barel maka subsidi (listrik dan BBM) bisa mencapai 300 T yang berarti akan banyak hutang untuk menambal APBN. Cara ini pernah diambil pada masa Orba yang berakibat krisis ekonomi dan krisis BLBI yang berkepanjangan dan masih terasa akibatnya sampai saat ini.

Lha kalo gak bisa utang ya tinggal naikin pendapatannya ato kurangi pengeluarannya tho.. gitu aja kok repot ? Kalo gak becus turun saja…

Setuju lagi. Ini yang dilakukan pemerintah untuk antisipasi jika APBN 2008 terancam, adakah yang belum dilakukan?
1. Menyiapkan dana cadangan pengaman kenaikan minyak Rp 6 triliun
2. Menghemat belanja lembaga dan kementerian
3. Pendapatan ekstra dari daerah penghasil migas
4. Perubahan desain belanja kementerian dan lembaga
5. Menjaga program penggulangan kemiskinan dan momen pertumbuhan ekonomi tidak akan diutak-atik.
6. Mengamankan produksi minyak dan subsidi BBM dari sisi efisiensi
7. Memperbaiki kinerja PLN dan Pertamina
8. Optimalisasi target penerimaan pajak dan dividen BUMN
Kesemua itu telah dilakukan dan ternyata harga minyak dunia yang melambung dari US$60 ke US$120 mengacaukan segalanya. Catat ya.. bahwa kenaikan ini bukan karena pemerintah yang gak becus kerja tapi karena kenaikan harga di seluruh dunia.

Kenapa gak produksi minyak dinaikkan saja? Pasti dengan banyak supply maka harga akan turun. Hukum permintaan penawaran. Dan kenapa pula negara penghasil minyak lainnya (OPEC misalnya) tidak menaikkan produksi minyak? Ada apakah?

Sik tho.. tadi ngomongin BBM Indonesia tapi kok sekarang ke harga minyak dunia. Gak salah nih…

Ya nanti balik lagi kan mudah.. sekarang kenapa harga minyak dunia naik?

harga minyak duniaGini kalo kita baca dari koran dan juga hasil baca tulisan dari majalah Tempo dan mas Rovicky disebutkan bahwa harga minyak yang sebesar US$120 seperti yang terjadi sekarang bukan karena meningkatnya permintaan, tetapi karena tingginya permainan spekulan pada perdagangan komoditas minyak. Jadi begini, krisis subprime mortgage yang terjadi di USA yang merembet ke semua negara di dunia mengakibatkan pasar modal yang sebelumnya lebih banyak bergerak di sektor berbasis investasi sekarang mengincar sektor berbasis komoditas. Semua berlomba memburu untung dari sektor ini. Minyak salah satunya, selain beras dan kedelai. Ini juga yang bikin harga tempe naik kemaren. Perdagangan di sektor komoditas merupakan perdagangan untuk beberapa bulan di muka (misalnya 3 bulan). Jadi harga minyak US$120 tadi merupakan harga minyak untuk pengiriman 3 bulan dimuka (ato tergantung perjanjiannya). Makanya sering disebut sebagai ulah spekulan. OPEC sebagai kumpulan negara penghasil minyak juga tidak ingin menaikkan produksinya sebab pada dasarnya konsumsi minyak dunia juga tidak ada kenaikan. Tidak ada musim dingin, minyak untuk Olimpiade China juga aman, pendeknya pasokan aman. Jadi kebayang kan kenapa harga minyak naik.

Jika begitu berarti ada kemungkinan turun dong…

Betul sekali. Bahkan analisa dari Lehman Brothers memperkirakan harga minyak akan turun ke angka US$80 per barrel. Liat disini.

Kembali ke laptop.. trus gimana supaya harga BBM di Indonesia bisa murah. Katanya negara lain banyak yg lebih murah dari Indonesia padahal bukan negara penghasil minyak.

Wah itu banyak alasannya. Salah satunya karena penduduk negara kita yang sangat besar dan mengkonsumsi minyak yang sangat banyak. Otomatis subsidi yang besar tadi menjadi kecil karena dibagi jumlah penduduk yang besar. Negara lain bisa murah karena dengan Pendapatan Negara yang besar mampu memberikan subsidi yang juga besar, apalagi ditunjang dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit. Jangan tertipu dengan grafik harga minyak per liter, mikir dikit dan liat juga berapa subsidi yang dikucurkan, berapa jumlah penduduknya, berapa pendapatan negaranya, berapa tarif pajaknya, dll dll. Secara konkret agar harga minyak turun (terjangkau) ya diperbesar subsidi BBM nya sehingga yang dibayar masyarakat lebih kecil dari harga pasaran minyak, karena pemerintah menanggung sebagian harga minyak itu.

Nah gitu dong. Gimana caranya subsidi diperbesar?
Ato gini deh.. kalo kamu jadi presiden apa yang kamu lakukan?

Gilo le.. sebenernya banyak cara untuk memperbesar subsidi. Tapi yang pertama musti dibenahi dulu berapa sih sebenernya konsumsi BBM nasional kita. Salah satu caranya dengan kartu kendali BBM yang mo diluncurkan itu. Dengan sistem ini diharapkan konsumsi riil BBM bisa diperoleh. Gak seperti sekarang, BBM subsidi disalahgunakan untuk industri bahkan ada yang diselundupkan untuk ekspor. Kebiasaan lama yang tidak berubah meskipun udah reformasi. Jika ini dibenahi niscaya nilai subsidi bisa ditekan.

Yang berikutnya ya alternatif-alternatif yang bisa dibilang agak ekstrim untuk menambal defisit APBN yaitu penambahan pendapatan negara dan mengurangi pengeluarannya seperti :
- Penyewaan pulau, misalnya Biak untuk peluncuran satelit.
- Penghentian illegal loging dan illegal fishing. Atur yang jelas, tegakkan hukum, hasilnya pasti besar.
- Perbesar penerimaan pajak. Tutup kebocoran penerimaan pajak dan sita harta buat yang gak bayar pajak.
- Ganti hukuman kurungan buat koruptor dengan hukuman denda. 1 tahun sebanding 10 milyar.
- Kaji kembali BLBI dan obligasi rekap bank. Beban bunganya sangat besar dan jika BLBI bisa balik, 600 T, lho wah.. lumayan tuh.
- Bikin proyek padat karya. Bikin jalan yang lebar dan mulus. Bikin pelabuhan. Bikin pagar diperbatasan. Yang penting rakyat kerja dan dapat duit untuk beli kebutuhan pokok. Dari pada nunggu jaring pengaman.
- Potong anggaran yang gak perlu. Gak perlu mobil dinas baru. Gak perlu banyak study banding keluar negeri.
- Kurangi pemakakaian BBM. Gunakan gas yang lebih murah.

Tetapi intinya ya dipenegakan hukum. Kita punya semua aturan yang bagus kok. Cuma implementasinya yang payah.

Gitu ya.. jadi intinya BBM tetep harus naik ya..

Capee de.. ya hitung-hitungannya seperti di atas. Terserah pendapatmu.

Gini aja.. hidup makin susah. Bohong kalo aku juga gak susah kalo BBM dinaikkan. Aku penganut teori chaos lho.. aku percaya butterfly effect. Aku percaya kenaikan harga minyak sedikit saja pasti berpengaruh pada aku. Cuma gimana caranya disaat susah nanti.. kita gak jadi bagian dari yang bikin susah alias nyusahin tapi bagian dari yang bisa membantu pemecahan masalah. Minimal ikut hemat BBM, hindari pemakaian listrik yang boros, dan karena harga beras juga semakin mahal.. mbok ya kamu kalo makan jangan banyak-banyak :D

Halah ndagel.. ini serius.. bisa revolusi di negeri ini kalo BBM naik..

Betul banget.. makanya yang sabar dan yang sadar. Yang sabar ya ngayomi yang lagi emosi. Yang sadar ya kasih tau yang bener. Tetep semangat walau keadaan nanti gak begitu indah. Setiap kesulitan pasti masih ada harapan. Ingat kan pita kuning, simbol harapan. Jadilah bagian dari pita kuning itu. Kalo cuma protes mah anak kecil juga bisa. :)

Baca juga :
http://rovicky.wordpress.com/2008/04/18/hari-ini-harga-minyak-tertinggi/
http://rovicky.wordpress.com/2008/05/07/perlukah-indonesia-keluar-dari-opec/
http://rovicky.wordpress.com/2008/04/21/apakah-konspirasi/

About these ads

25 responses to “BBM naik.. prasangka buruk dan tindakan kita

  1. Herannya minyak belon naik, kok harga-harga sudah naik ya? :roll:

    # aku dulu punya tetangga yang buka warung. saat harga naik, dia gak naikin harga jual rokoknya dengan alasan dulu belinya segitu ya jualnya segini. efeknya jelas, dia gak bisa kulakan lagi. :(

  2. Btw, sebenarnya para spekulan itu hanya menunggangi saja, bukan penyebab utama harga minyak naik. Penyebab utama adalah bahwa pada kenyataannya memang minyak semakin sedikit, dibandingkan kebutuhan minyak yang terus konstan. Jadi harga minyak memang sudah natural akan naik terus.

    # betul banget mas dana. selain itu krisis subprime morgage itu ternyata berpengaruh juga ya..

  3. … bahwa harga minyak yang sebesar US$120 seperti yang terjadi sekarang bukan karena meningkatnya permintaan, tetapi karena tingginya permainan spekulan pada perdagangan komoditas minyak.

    Dalam kondisi seperti ini, selalu ada yang diuntungkan, yaitu orang-orang yang sangat kaya yang menanamkan uangnya di bursa. Segala cara digunakan, yang penting pundi-pundi uangnya semakin menggelembung.

    # dalam hal ini bukan diuntungkan pak.. lebih cocok mereka menciptakan cara untuk mendapatkan keuntungan. mereka tau pasar, tau mekanisme pasar, tau mengelabuhi pasar, dan punya modal untuk intervensi pasar. dan mereka telah memperoleh keuntungan dengan bertindak seperti ini.
    ada beberapa cara supaya gejolak harga komoditas tidak mempengaruhi likuiditas pemerintah semisal dengan hedging. cuma agak mahal dan tidak umum dilakukan oleh pemerintah. kasus transaksi derivatif indosat misalnya, malah dituduh sebagai korupsi.
    moga ada solusi yang lebih elegan pak..
    :)

  4. analisisnya mantap dan akurat mas nin, rujukannya juga lengkap. tapi kayaknya pemerintah tetap bersiteguh pada skenarionya, tak peduli banyak rakyat menjerit. *prihatin*

    # pada dasarnya jangan sebatas pada menaikkan harga.. tapi juga membenahi yang belum baik seperti distribusi, kontrak (KPS), dll

  5. tapi walau pemerintah ndak mendengarkan kita tetap mensuarakan….
    fakta yang ada :D

    # betul mas.. setuju

  6. Betul banget … analisannya bagus, pemerintah mulai nampak bodoh dimata orang-orang yang mereka anggap bodoh … ah, saya tidak boleh marah.

    # marah tetep boleh mbak.. kan kita nyoblos waktu pemilu..

  7. Ass.

    Pembahasan yg mantab mas. mantab.
    intinya ini permainan…..jadi kite hanye penonton doang. dan beginilah hukum ekonomi kapitalis.
    ngomong2 ini……..transfer ke daerah : 281 T (dana bagi hasil)…., nah ini dia…uang ini buanyak numpuk di SBI….. dan lagi2 pemerintah harus bayar bunganya. kualat..lu. apa salahnya Pemerintah pusat menekan pemerintah daerah agar uang itu dicairkan dan digerakkan ke sektor rill. ato pangkas saja dana bagi hasil itu. Kenapa subsidi BBM nyang dicabut???????

    # bener mas.. salah satu yang bisa dipake adalah dana bagi hasil. itu juga sebabnya mengapa pengeluaran dipangkas (rata-rata 15%) karena banyak yang ke SBI alias nganggur alias gak kepakai untuk mbangun daerah. cuma undang-undang (yg dibikin bersama DPR) udah mengatur rinci pembagian dana tadi. dan daerah pun dah memasukkan dana bagi hasil tadi dalam APBD mereka..
    yang bisa digoyang adalah menaikkan harga BBM karena DPR udah setuju BBM boleh naik (bareng dengan persetujuan APBN) jika menyentuh level US$100 per barel.

  8. oiya thanks mas udah komen di blogku.
    salam kenal ya..aku link ya

    # met kenal jug..jug..gg..aaa (tercekik kenaikan BBM)

  9. lah, kalo pemerintah gak naikin harga minyak, nasib negara ini gimana ya??? gaji pegawai negeri harus dipotong kah ?

    # :) .. mending jual pulau mas..

  10. wah lengkap dng data2 yg valid..

    # sekalian belajar mas.. (kasian sekali saya ya.. belajar kalo pas ada kasus :( )

  11. Pemaparan yang bagus, salut.
    Dari sini aku semakin heran dengan para mahasiswa yang berdemo -dengan anarkis- dengan tuntutan yang malah menambah masalah. Apa sih maunya mereka? Malah semakin mengurangi simpati masyarakat akan demonstrasi mahasiswa.
    Apa dengan lengsernya presiden lalu penggantinya dapat menurunkan harga BBM?
    In your dream, hehehe.
    Setuju dengan kalimat terakhirnya mas, “Kalo cuma protes mah anak kecil juga bisa”.

    # seneng mas aryo mampir lagi..

  12. BBM naek, ya gt deh. yang jadi berita BBM melulu..

    # betul mbak.. ya gt deh :)

  13. Aku nggak becus ngitung-ngitung asumsi dan probablitas seputar harga minyak. Menurutku, bicara minyak yang penting bukan kalkulator, tapi rasa tega.
    Bagaimana kalau kita mulai mengarahkan pikiran dan hati kepada saudara-saudara kita yang bakal “mati suri” akibat kenaikan BBM ? Betul, protes adalah perbuatan dungu dalam perkara ini.
    Salam Merdeka!

    # wah ada tamu agung nih.. kalo di rumah dah disuguhi wedang jahe anget :)
    setuju bang.. apa yang bisa kita lakukan untuk mereka.. sama yang telah abang lakukan.. menjadi terang dan harapan bagi yang lain.. ayo merdeka.. ayo bangkit..
    btw, abang dah tau asal kata merdeka?

  14. Betul sekali mas, banyak pilihan yang berpihak untuk rakyat, yang nampak memang negeri kita ini dikuasai mafia, sudah salah setup dari awal, sehingga apapun tindakan setiap ada masalah seperti kenaikan bbm dunia ini, akhirnya selalu maju kena mundur kena, ujung2mya memang rakyat yang palingbisa dikorbankan, paling mudah, karena kalo korbankan konglomerat blbi tentu saja harus berhadapan pada mafia, bisa2 dukungan ‘pasar’ untuk pemilu 2009 anjlok.

    # amin mas.. menurut saya pemerintah memang kurang tegas.. terlalu banyak yang dipikirkan..

  15. analisisnya mantap, sumber2nya akurat.
    mantaph.
    ohya bg, minta code pic KPK di side bar donk, pengen ditampilin di blog juga nih,
    itung2 sosialisasi anti korupsi. thanks bgt
    http://sutanmudo.co.cc

    # udah aku kirim mas..

  16. Kamu pinter nulis!
    Salut.
    Btw soal BBM, saya gak setuju kalau BBM harus naik, pengangguran baru karena banyaknya PHK dan orang miskin yang sudah ada sebelumnya akan semakin tercekik lehernya.

    # setujuuu.. bbm naik pasti ada dampaknya. tinggal dampaknya mo diatur kemana? menurutku daripada 300T subsidi BBM mending belanja pendidikan yang cuma 64T ato kesehatan yang cuma 17T ditingkatkan.

  17. wah komprehensif sekali datanya..
    saya pikir nagih duit BLBI dan talangan lainnya yang totalnya sampai 600 trilyun untuk urusan subsidi subsidi seperti ini

    # ada kalimat bagus yang dibilang bu Mulyani barusan pak. “Kalau anak kita demam, jangan berpikiran untuk menyelesaikan masalah secara tas tas tas tuntas dengan cara melakukan check up untuk mencari sumber demam. Itu kelamaan dan hasilnya belum tentu efektif. Langkah pertama, beri obat turun panas, titik. Kalau sudah dingin, baru pikirkan hal lainnya.
    Mungkin maksud bu Mul begini, kalau APBN hampir jebol karena BBM yang gile bener, jangan menunggu masalah korupsi, transportasi masal, kebocoran diselesaikan dulu. Itu kelamaan. APBN butuh obat turun panas. Bukan operasi bedah total. Nanti kalau demam APBN sudah turun, baru kita bikin MRT, menggiatkan KPK dll.” (kalimat ini copypaste dari email teman saya, http://www.dikkyzulfikar.com)

  18. Mantap, aku nikmati aja

    # wow makasih pak.. saya akan menikmatinya juga

  19. Penyelesaiannya memang harus komprehensif, seharusnya legislatif ikut mendengar, diskusi membantu solusi, bukan cuma menyalahkan. Saya tahu posisi pemerintah, yang sebetulnya tak tega melihat rakyatnya…..pemerintah sendiri kena risiko mendapat warisan yang sudah amburadul.

    # itu yang ingin saya sampaikan bu.. terimakasih banyak

  20. bbm blom naik masa tarif angkot udah naik! nanti kalo bbm beneran naik pasti naik lagi! segala naik! honor saya tidak naik! :(

    # ya minta honor dinaikkan tho mbak.. (padahal sama :( )

  21. kalo menurut saya , sudah saatnya kita mulai beraksi

    # beraksi gimana mas? dituntut mundur juga pasti dinaikkan sama presiden yang baru..

  22. alaamaak yang mana tamu agungnya ?
    jujur, kata merdeka yang aku tau bersumber dari mahardika atau mardijkers. Adakah yang lain, kasih tau dong. terima kasih.

    # yang mardijkers bang.. makasih dah mampir lagi. kemaren ditungguin di TIM.. sayangnya masih sibuk ya, kata bang suhunan

  23. “Kalau anak kita demam, jangan berpikiran untuk menyelesaikan masalah secara tas tas tas tuntas dengan cara melakukan check up untuk mencari sumber demam. Itu kelamaan dan hasilnya belum tentu efektif. Langkah pertama, beri obat turun panas, titik. Kalau sudah dingin, baru pikirkan hal lainnya.”

    Weleh… weleh… gawat mas udah naik yang ke-3 kalinya kok alasan (baca : pembenaran) ini yang dipakai. Mestinya begitu panas reda (kenaikan BBM pertama) segera check up, diagnosis, analisis, dan yang penting preventif. Memang ga gampang yang namanya preventif, tapi minimal ada usaha yang keliatan. Anak ga lulus ujian tapi udah belajar keras, lebih baik daripada yang ga lulus dan ga belajar. Logika bodoh ya?? Lah ya itu, semua orang tepuk tangan ketika ada mobil altis diisi bahan bakar dari pengolahan pohon jarak. Tapi ga ada peresmian pembukaan lahan untuk tanam jarak. Tapi ga ada pompa bensin eh.. biofuel yang jualan. Piye jal?? BBM naik rakyat bisa maklum asal pemerintah udah keliatan kerja kerasnya mengamankan APBN sejak kenaikan yang pertama. Pemerintah sudah mati-matian cari bahan bakar alternatif, ga papa BBM naik. Alasan tadi di atas benar tapi naked eh.. nekad. Piss.

    # makasih mas.. setuju banget. kalo naik dari US$60 ke US$70 masih kekejar dengan kok.. bahkan sampai ke US$95 masih bisa (meski udah naik 50%) cuma udah ke US$120 mas.. dah naik 100%, negara lain juga gak ada yang nyangka kok. by theway busway, mana blognya? kan bisa ditulis analisa tentang minyak jaraknya tuh..

  24. setuju aku mas…
    kalo cuman protes, anak 2 juga bisa…
    menurut ku ya emang kalo harus naik, ya naik aja walopun aku juga ikut susah…
    setuju juga yg mas bilang harus menambah penerimaan negara. yg sudah aku lakukan antara lain bantuin memasang aplikasi supaya perekaman SPT bisa tetep jalan walopun sentralisasi nya mati
    (apa coba)
    hebat analisa mas didit, aku ampe pidato kurang (speechless)
    piss ah :D

    # wah kamu hebat nih..

  25. susah…susah..
    serba susah..begini susah..begitu susah..
    tul sekali mas..
    sebenarnya sby-jk pengen sekali membantu rakyat kecil, tapi hal ini lagi-lagi terbentur oleh birokrasi kita yang masih tidak jelas…
    tapi yang menjadi pertanyaan, bukankah kenaikan minyak diiringi oleh kenaikan minyak mentah yang diekspor???

    # sudut pandang keren. betul sekali dan ini juga yang sering dilupakan. kenaikan harga minyak diiringi juga dengan kenaikan ongkos produksi. dulu ada cerita pada harga US$40/barel minyak di Alaska akan ekonomis untuk ditambang, ternyata sampai US$135 tetep tidak ditambang. salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s