perjalanan @nova

Indonesia Bisa : Kekuatan Pita Biru

Juni 23, 2008 · 6 Tanggapan

Beberapa hari ini ada iklan Indonesia Bisa, masih bertema 100 tahun Kebangkitan Nasional, yang sering tayang di televisi. Yang pertama tentang perbuatan seorang anak yang memungut satu sampah dan kemudian perbuatan itu diikuti oleh tindakan yang sama oleh satu orang, dan satu orang lagi, menjadi beberapa orang, dan kemudian menjadi sebuah perbuatanyang besar karena setiap orang melakukan satu “perbuatan kecil” yang sama.

Berikutnya tentang satu senyuman yang di rekahkan dari dari satu bibir di pagi hari yang kemudian membuat orang yang menerima senyum itu juga tersenyum, membawa kegembiraan dari satu senyum itu kepada yang lain, yang kemudian saling menyebarkannya pada orang yang dijumpai, dan pada akhirnya membawa keceriahan pada setiap orang sesepanjang hari.

Iklan yang indah tentu saja. Dan penuh makna. Terlepas bahwa iklan itu gak beda dari slogan “Bersama Kita Bisa” yang sering diucapkan partai pendukung pemerintah sekarang. Tetapi bahwa perbuatan yang kecil yang kita lakukan, semisal senyum tadi, ternyata membawa pengaruh besar pada orang-orang sekitar kita tentu mencengangkan. Apalah arti satu sampah yang dipungut dijalanan jika dibandingkan tumpukan sampah di Bantargebang. Apalah artinya senyum? Gratis. Bisa diberikan kapan saja. Tetapi ternyata semuanya ternyata bisa membawa pengaruh baik bagi banyak orang, sepanjang hari !!

Dalam postingan sebelumnya sempet aku masukkan file dalam bentuk word yang menceritakan tentang kekuatan pita biru. Dan beberapa saat setelah postingan itu keluar, temenku mengirimkan email yang berupa gambar-gambar yang mendukung cerita “Kekuatan Pita Biru.” Sama seperti iklan Indonesia Bisa tadi, kekuatan Pita Biru menceritakan efek dari satu tindakan kecil kepada 3 orang yang dijumpai. Yang ternyata kemudian membuat satu perbedaan, satu akhir yang mencengangkan.

Inilah cerita bergambar gambar itu.

Dan jangan melihat sapa diri kita, mampu ato tidak diri kita, tapi lakukan saja. Satu perbuatan kecil, itu akan membuat perbedaan.

Balik lagi ke iklan Indonesia Bisa tadi, … hmm jadi gak sabar nunggu iklan selanjutnya. :D

Catatan khusus :
Jika satu senyuman dapat mencerahkan satu hari, tentu kita tidak ingin membayangkan akibat dari satu kemarahan. :)

Kategori: perjalanan (cerita) · perjalanan (diri)
Ditandai: , , , , , , , , ,

6 tanggapan so far ↓

  • Komunitas Indonesia // Juni 23, 2008 pada 11:33 am | Balas

    Nice Blog
    Please join at Komunitas Indonesia on http://www.indonesian.co.nr

  • suprie // Juni 23, 2008 pada 5:51 pm | Balas

    hehehe small thing that made the difference … :D saya suka ini

    # small thing ? kok saya mikirin yang laen ya.. ngeress ah..
    *ambil air buat wudhu*

  • sluman slumun slamet // Juni 23, 2008 pada 9:17 pm | Balas

    sehari kunjungi satu blog, lama-lama readerku penuh
    lho nyambuk gak ya?
    :D

    # kalo kemudian yang dikunjungi balik mengunjungi ya kurang nyambung mas, ini baru “pay it back”.
    kalo yang dikunjungi kemudian mengunjungi situs yang lain, itu baru “pay it forward”. :D

  • antown // Juni 23, 2008 pada 11:56 pm | Balas

    @sluman dst: kalo nggak nyambung saya punya lem nih, pak :)

    # kalo di lem ya jadi gak gerak tho mas.. pengennya kan bergerak untuk berbagi :)

  • emyou // Juni 24, 2008 pada 4:32 pm | Balas

    mulai dari diri sendiri yak??

    # mau mulai bareng ? yuk.. :)

  • suhunan situmorang // Juni 24, 2008 pada 5:12 pm | Balas

    Aku pun yakin dengan gerakan semacam itu akan berguna diterapkan di jalan raya, kawan… Tiap saat kita saksikan betapa mengerikannya sikap orang-orang sekarang, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dll. Tidak peduli kepentingan orang lain. Egois. Brutal. Jalan-jalan raya menjadi saksi bisu betapa semakin beringasnya perilaku manusia-manusia perkotaan saat mengendara. Dalam sebuah bincang-bincang dengan kawan-kawan aktivis sebuah gang motor [aku bukan anggotanya krn tak punya motor dan ngak bisa mengendara motor :-( ], soal ini pernah kusulkan: anggota mereka mulai kampanye senyum di jalan raya, mengemudi dng sopan, tidak main serobot yg bisa membahayakan nyawa mereka dan mencelakakan orang lain. Aku pun yakin para bloggers bisa melakukan gerakan perubahan budaya di jalan raya, salah satunya dengan terus menggampanyekan: sopan mengendara dan menebarkan senyum ke sesama pengendara itu [tapi senyum mereka ngak akan terlihat krn ditutup helm, ya? :-) ]

    # *langsung sujud syukur dikunjungi lagi ama si abang*
    soal gerakan di jalanan, mas Edy Caplang dah memulainya.
    dan setuju juga bahwa gak harus punya motor ato mobil untuk sopan di jalan.
    salam hangat bang suhunan. selalu di sambut hangat di “kontrakan” ini.

Tinggalkan sebuah Komentar