Ada satu cerpen yang pernah aku baca, mengisahkan tentang pergulatan batin dari seorang perempuan terhadap dua orang lelaki muda. Perempuan itu dipaksa harus menjatuhkan pilihan pada salah satu dari dua orang lelaki, yang sama-sama mencintainya, yang sama-sama sudah dikenalnya, dan sama-sama disukainya. Pilihan yang tentu saja sulit, karena perempuan itu sudah mengenal betul sifat keduanya. Sudah paham kelebihan dan kekurangan masing-masing pribadi. Ketiganya sudah terikat dalam hubungan akrab yang sadar bahwa persahabatan mereka akan segera diuji dengan keadaan ini.
Akhirnya perempuan tadi melabuhkan pilihannya pada salah satu lelaki. Dengan satu alasan, satu alasan yang absurd, mungkin terasa aneh, tidak membumi, dan mengherankan. Satu alasan yang mungkin kita akan tertawa mendengarnya ato mencibir karenanya. Yaitu bahwa lelaki yang ditinggalkannya mempunyai satu kelebihan dibanding lelaki yang dipilihnya. Kelebihan nya lah yang menyingkirkannya dari arena.
Kelebihan itu, yang membuat lelaki itu ditinggalkan, adalah kemampuan untuk tetap tegar. Karena ketegaran hatinyalah maka dia ditinggalkan. Sebab lelaki yang lain akan hancur jika dia tinggalkan. Yang kemudian hanya akan membuat mereka bertiga akan saling merasa bersalah. Bukan kehancuran yang diingini dalam hubungan ini, tapi kemampuan untuk berbuat lebih jauh dan berkembang lebih besar.
Saat inilah yang sedang aku alami. Pilihan perempuan tadi sama seperti yang sedang aku hadapi. Dan pada akhirnya tindakan perempuan itu dapat aku pahami. Mengutip kalimat perempuan itu, “Aku meninggalkanmu karena kamu lebih tegar dibanding lelaki itu. Dan aku tau kamu akan tetap mampu berjalan disepanjang hari-harimu. Sebab aku telah banyak belajar darimu dan kamu telah membentukku. Kamu lah batu penjuruku yang tidak akan goyah meski aku tidak bersamamu.”
Maka aku memilih :
“Sejak saat ini aku meninggalkan
NINDITYO.WORDPRESS.COM
untuk bersama
NINDITYO.COM
berusaha menapaki hari-hariku.”
Selamat datang di dunia (ku) yang baru.
Nb : gambar gadis diambil dari blog nya mas Imam.






10 tanggapan so far ↓
dana // Juni 25, 2008 pada 7:11 pm |
Wah, kirain soal istri baru bro. Ternyata blog baru toh.
sluman slumun slamet // Juni 25, 2008 pada 11:18 pm |
menuju TKP
ogi // Juni 25, 2008 pada 11:54 pm |
ups, harus ganti bookmark url nya nih
edratna // Juni 26, 2008 pada 10:37 am |
Bacanya udah bikin deg2an…kok kayaknya kemarin cerita udah punya pasangan….
hanggadamai // Juli 2, 2008 pada 1:15 am |
**langsung ke tkp**
suhunan situmorang // Juli 2, 2008 pada 6:48 pm |
Duh…, kupikir tadi seperti bayangan Bung Dana itu: ada WIL-nya Mas Nindityo dan diputuskan jadi bojo baru. Syukurlah tak demikian. Masak aku “dikalahkan”?
okta sihotang // Juli 2, 2008 pada 8:10 pm |
liat yak
Angga_n80 // Juli 26, 2008 pada 10:44 am |
no. Comment. Da.
Andre SugI // Oktober 5, 2008 pada 12:35 am |
Numpang Baca ^_
Kliik S.E.R.V.O // Januari 22, 2009 pada 6:16 pm |
OoT : Pemberitahuan
Terima kasih atas LINK rekan NINDITYO ke Klinik S.E.R.V.O.
Sebagai informasi saat ini alamat /URL kami telah berubah dari http://klinikservo.wordpress.com/ menjadi http://klinikservo.com/
Demikian pemberitahuan kami sebagai koreksi.
Terima kasih.