Renungan Harian dan Bacaan Harian

Hari ini seperti biasa aku mendapat kiriman email berisi renungan harian. Dan seperti biasa juga dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Seperti biasanya juga aku langsung lari ke bahasa Indonesia nya.ūüôā Ya namanya renungan kan harus direnungkan dong.. masak musti dipelajari .. kalo bahasa Inggris kan musti buka kamus.. cari arti dulu.. cek sama Indonesianya, perlu diartiin mentah-mentah ato dicari di bagian idiom nya, dll… yang malah bikin makna renungannya jadi tidak dapat. (ngeles : mode on)

Namun email masuk berikutnya, yang merupakan reply dari renungan tadi, membikin aku sedikit belajar (akhirnyaūüôā ). Temen tadi cuma me-repply, kok inggris dan indonesianya artinya beda jauh ya .. Dan langsung ada yang me-repply dengan kalimat .. iya nih lebih “mantep” pake bahasa inggris nya .. soul-nya dapet. Aku yang baca langsung membatin .. waduh nerjemahin artinya aja pusing boro-boro ketemu soul .. hehehe … (sambil buka kamus cari arti kata soul .. oke berlebihanūüėõ )

Berbulan yang lalu, dalam acara obrolan santai di kereta api AC menuju Pondok Ranji setelah pulang kantor, salah satu temen pernah menyinggung bahwa kamus Indonesia Inggris terbagus dan terbesar adalah Alkitab (bahasa Inggris) dengan terjemahan (Indonesia)-nya. Soal bener enggaknya ya gak tau.. sementara bolehlah dipahami bahwa tentu saja banyak kata, rangkaian kata, dan idiom dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, jadi diassumsikan bahwa semakin banyak kata semakin banyak terjemahan… hmm ..bolehlah analoginya. Tapi kalo artinya beda jauh berarti terjemahannya yang ngaco dong .. Lho emang ada yang beda ??? (jelas ada karena di atas telah disinggung).

Nih sebagai contoh :

Kisah Para Rasul 9:31
Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Acts of the Apostles 9:31
31 So the church throughout all Judea and Galilee and Samaria had peace and was built up; and walking in the fear of the Lord and in the comfort of the Holy Spirit it was multiplied.

Kata “church” biasanya dipahami sebagai gereja tapi disini sebagai jemaat.

Oke jika ada perbedaan seperti itu .. trus apakah musti kita baca semuanya dalam bahasa Inggris supaya bisa dapet arti ato “soul” yang bener ?

Oh..tidak begitu maksudku .. ini hanya untuk memperjelas bahwa Kitab Suci bukannya semata-mata Kamus terbesar. Lagian kata siapa Kitab Suci awalnya pake bahasa Inggris. Memang paling baik untuk membaca Kitab Suci kalau tahu bahasa asli (juga adat kebiasaaan dan situasi sejarah saat itu). Tetapi ini bukan suatu hal yang gampang atau mudah dilaksanakan. Bahkan harus dikatakan bahwa untuk kebanyakan orang, ini hampir mustahil, tidak ada kesempatan, tidak ada waktu dan juga tidak ada pendidikan dasar untuk itu. Maka sebaiknya itu diserahkan kepada para ahli  saja.

Maka Kitab Suci tidak bisa semuanya dilihat dan dibaca sebagai satu ayat yang sambung menyambung menjadi sebuah kitab. Yang boleh diartikan ayat per ayat. Membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci pun harus melihat tema dari bacaan tersebut. (Ck..ck.. keren kan kalimat gw .. ūüôā ). Tema bacaan itulah yang yang merupakan “soul” nya. Inilah sebabnya aku tadi bilang belajar, sebab aku jadi berpikir kenapa yach kok aku baca renungan harian dan bukannya baca bacaan harian.

Renungan harian yang selalu aku terima via email selalu diawali oleh suatu kisah tentang pengalaman seseorang dan selalu dikaitkan dengan satu ato dua ayat dalam kitab suci. Jujur saja kisah-kisah itu selalu menyentuhku. Tapi bagaimana kisah tersebut menemukan ayatnya itu membuatku merasa bahwa ayat hanya digunakan sebagai “judge” pembenaran kisah tadi. Soalnya aku jadi berpikir jika aku punya pengalaman dan aku sisipin ayat suci didalamnya.. wah tentu pengalamanku akan menjadi pengalaman suci.. dan ujung-ujungnya aku orang suci juga ..hehehe…ūüėõ

Berbeda dengan renungan harian, bacaan (Kitab Suci) harian umumnya telah ditetapkan ato terjadwal terlebih dahulu. Dan karena telah dibuat terlebih dahulu maka dapat diketahui tema harian dari bacaan itu.. tema bulanan.. bahkan tema untuk satu tahun. Bacaan harian tersebut kemudian dilengkapi dengan ulasan untuk dipahami, dihayati, sebagaimana dihayati oleh Israel  dan oleh jemaat perdana, dan dari penghayatan Kitab Suci itu kita harus tanya bagaimana dengan hidup kita sekarang.

Cara merenungkan bacaan harian gimana ya …

(a) Pertama-tama kita harus tahu dengan jelas apa sebetulnya tema yang oleh sang pengarang disini dibahas. Dan (b) kemudian kita harus tahu apa kebutuhan kita. Serta (c) akhirnya kita sendiri harus bertindak nyata di lingkungan sekitar sebagaimana isi dari Kitab Suci.

Pelajaran yang aku dapet sebagaimana telah aku singgung di atas adalah bahwa janganlah kisah hidup kita disandingkan dengan suatu ayat karena ini hanya akan “membenarkan” nya dihadapan Kitab Suci.

Gak percaya ? Liat aja sekeliling.

5 responses to “Renungan Harian dan Bacaan Harian

  1. bukannya cara untuk pemahaman bisa beda-beda tiap orang mas.. kalo seorang emmy sih lebih suka baca kisahnya dari pada baca ayatnya .. sebab terkadang suka gak nyambung ama kisahnya.. terlalu dipaksakan.
    btw, makasih atas share nya ..
    keep posting… ya minimal dah gak golongan single post ..:mrgreen:

    betul banget mbak .. setiap orang bisa berbeda .. cuma share “kepenatan” aku aja… mohon bimbingan selalu 8)

  2. kadang orang terjebak pada romantisme renungan, hanya nyenggol dihati, mata berkaca-kaca… udah… selesai… nggak ada apa-apa… ini yang biasanya terjadi di saya, makanya setiap dapat postingan renungan biasanya langsung saya del… itu duluuu, sekarang saya coba pilah renungan yang pas buat saya, minimal enak dibaca, ceritanya bagus, entah fiksi entah nyata, biasanya itu yang membekas, minimal ada perubahan cara pandang pada suatu hal, kalau yang tidak menarik ceritanya, rohani banget atau terlalu dihubung-hubungkan dengan ayat-ayat aku ngga baca, mungkin belum saatnya buatku… pelan-pelan, semua orang butuh latihan juga kan? dan tadi bentuk latihan sederhanaku : baca yang saya suka saja dulu, entah berhasil memahami atau tidak itu soal lain…. ok bos makasih atas bagi-bagi ilmunya, saya tunggu renungan-renungan yang lain…

    # dalam buku Doa Sang Katak dijelaskan bahwa sebuah cerita biarkan melewati diri kita dan tidak perlu langsung dicerna. kelak pada saat kita terlibat dalam suatu peristiwa, cerita tadi akan muncul sendiri dengan pemahaman yang terang.

  3. For it is the God who commanded light to shine out of darkness, who has shone in our hearts to give the light of the knowledge of the glory of God in the face of Jesus Christ.
    2 Corinthians 4:6

    # orang farisi dan ahli taurat gak tau wajah Yesus ketika Dia datang. Apalagi kita.. kudu waspada. makasih dah mampirūüôā

  4. If you’re working hard to make a living,

  5. If you’re making hard to make a living,
    Never taking time to smell the roses,
    Now’s the time to heed the Bible’s wisdom:
    Find true joy before your life’s day closes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s