Teori Chaos Api Olimpiade

Selamat merayakan hari Kartini buat perempuan-perempuan Indonesia.

Sore tadi (21/4), di gerbong KRL Ekspress Sudirman menuju Serpong, semua perempuan di gerbong yang aku naikin tidak ada yang berdiri, semuanya mendapat tempat duduk. Himbauan pihak PJKA (ato PJKRL ya..) agar para perempuan diberikan keistimewaan untuk bisa mendapatkan tempat duduk disambut positif para penumpang. Suatu hak istimewa pada hari Kartini telah diberikan, yang menurutku sih malah berlawanan dengan semangat emansipasi.🙂

Obor Olimpiade Beijing 2008Di dalam KRL aku membaca harian sore Sinar Harapan dan pada halaman dalam terdapat sebuah artikel, besarnya seperempat halaman berwarna, yang menghimbau dan mengingatkan kita bahwa “kita wajib” untuk menjaga nyala Api Obor Olimpiade yang akan di arak di Indonesia. Kata-kata “wajib” di ulang-ulang dan masih dibumbui alasan kenapa Api Obor Olimpiade itu wajib dijaga. Tidak ada nama orang yang bertanggung jawab atas himbauan tersebut, entah pihak panitia di Jakarta ato Panitia Olimpiade Beijing 2008, cuma ada lambang kecil Olimpiade Beijing 2008 di kanan atas artikel.

Suatu kejadian penembakan yang berada jauh di daerah pegunungan Himalaya sana ternyata berakibat pada kewajiban penduduk Jakarta untuk menjaga nyala api dan akan menyebabkan kemacetan kendaraan di jalanan Jakarta pada Selasa sore (21/04) ini. Dalam kisah perangkap tikus, diceritakan bahwa suatu kejadian yang tidak berhubungan dengan kita secara langsung mungkin saja tiba-tiba akan menjadi persoalan kita. Dalam contoh ekstrim bisa dijelaskan tentang kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil yang menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian, ato lebih dikenal dengan Butterfly Effect (Efek Kupu-kupu).

Butterfly Effect (Efek Kupu-kupu) ditemukan oleh Profesor Edward Norton Lorenz. Lorenz adalah seorang meteoroligist yang meneliti masalah prakiraan cuaca. Lorenz mengoperasikan 12 persamaan diferensial non-linear dengan komputer untuk melihat perilaku cuaca. Dalam melihat deret tertentu dari hasil perhitungan pada awalnya dia mencetak hasil perhitungannya di atas sehelai kertas dengan format enam angka di belakang koma. Kemudian untuk menghemat waktu, ia mengambil satu bilangan dari hasil print-out kemudian memasukan kondisi awal (initial condition) ke dalam persamaan dengan hanya menggunakan tiga digit dibelakang koma.  Ia pikir, dengan memasukan tiga digit, hasil yang diperolehnya takkan jauh berbeda, namun ia salah. Dari hasil iterasi, perbedaan digit keempat dan seterusnya menghasilkan percabangan-percabangan yang meberikan hasil yang sangat berbeda dengan perhitungan sebelumnya. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal dua maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Hal ini menunjukan bagaimana kondisi awal sangat berpengaruh pada hasil akhir.  Fenomena ini, akhirnya melahirkan teori chaos.

Teori Chaos adalah teori yang berkenaan dengan sistem yang tidak teratur seperti awan, pohon, garis pantai, ombak dll : random, tidak teratur dan anarkis. Namun bila dilakukan pembagian (fraksi) atas bagian-bagian yang kecil, maka sistem yang besar yang tidak teratur ini didapati sebagai pengulangan dari bagian-bagian yang teratur. Secara statistik: Chaos adalah kelakuan stokastik dari sistem yang deterministik. Sistem yang deterministik (sederhana, satu solusi) bila ditumpuk-tumpuk akan menjadi sistem yang stokastik (rumit, solusi banyak). Sebagaimana teori-teori matematika lainnya, teori chaos juga mencari pola, dalam hal ini mencari pola dari data acak.

Pertama kali aku mendengar teori Chaos adalah ketika membaca novel Michael Chrichton yang berjudul Jurassic Park. Di situ disebutkan bahwa manusia tidak akan dapat mengendalikan segala sesuatunya. Bahwa kestabilan suatu sistem mempunyai potensi untuk menimbulkan kekacauan. Pengarang novel ini nampaknya begitu terobsesi pada teori ini sehingga pada beberapa novelnya kemudian masih juga mengangkat teori ini. Jujur aku juga terobsesi, terlebih lagi bila dihubungkan dengan sikap manusia yang demikian komplek kok bisa tidak terjadi kekacauan yang mengarah ke perang ato bagaimana dengan keadaan alam yang penuh bencana tetapi bumi masih tetap utuh seperti ini. Harusnya dengan kekacauan yang ada dunia sudah kiamat, bukan begitu ?!

Logo Olimpiade Beijing 2008Kembali ke laptop.. eh ke Api Obor Olimpiade tadi. Tidak dapat dipungkiri bahwa himbauan dan artikel kewajiban di atas berkaitan dengan telah adanya gangguan sepanjang perjalanan Api Obor Olimpiade Beijing 2008 di Eropa dan Amerika Serikat dari para pemprotes atas sikap penguasa China di Tibet dan rekor hak asasi manusia mereka. China dan Tibet berantem dan kita kena getah wajib menjaga nyala Api Obor Perdamaian, api yang diharapkan dapat “spread the ideas of peace, friendship and harmony” (Jiang Xiaoyu, BOCOG – Beijing Organizing Committee for the 2008 Games). Jadi sudah boleh kah kita tidak peduli pada kejadian di Tibet jika akhirnya kita ternyata kena imbas dalam pelaksanaan pawai Api Obor Olimpiade Beijing 2008 ?

Dengan kata lain, tindakan dan perhatian kita sekecil apa pun akan berakibat kejadian besar di dunia. Nah, para pemirsa pembaca yang berbahagia. Hari ini kita telah diingatkan dengan perjuangan seorang Kartini, hanya dengan menulis surat, suatu tindakan kecil interaksi personal, namun mampu membuat perubahan besar bagi perempuan-perempuan Indonesia. Berikan perhatian kecil pada Tibet, pada Api Olimpiade, pada perempuan di kereta, pada orang di sekitar kita, dan kita akan menciptakan topan. We will make a typhoon ! (musik You Raise Me Up, sebagai soundtrack mengalir pelan.  halah ..😀 )

it has been said that something as small as the flutter of a butterfly’s wing can ultimately cause a typhoon halfway around the world .. [chaos theory]

In memoriam Profesor Edward Norton Lorenz, 23 Mei 1917 – 16 April 2008.

7 responses to “Teori Chaos Api Olimpiade

  1. tentang kartini, menurut saya kok agak anomali..

    pemikiran ibu kartini sungguh luar biasa melampaui budaya dan jamannya. tapi sampai hari ini ide emansipasinya baru diimplementasikan kulit-kulitnya saja..
    ibaratnya, topan pemikiran ibu kartini menghasilkan angin sepoi-sepoi bagi bangsa ini..

    hmm.. mungkin karena sistem mentalitas kita yang lembam ya..

    # mungkinkah mental akibat penjajahan menetap dalam DNA kita mas ?

  2. Chaos theori Father itu baru saja meninggal . . .
    Kemaren baca di Koran

    ** nunduk **

    # (noleh samping .. liat sapa yg ikutan nunduk)

  3. dulu denger sekilas sekilas tentang butterfly effect, dan baru dari baca posting mas nova/nindityo ini tau maksudnya. hoooooo… ic. thanx atas pencerahannya ya..
    loh, satu hari di gerbong dapet duduk itu emansipasi mas. karena 355 hari sisanya, berdiri lagi e😀 ulangi ah.. 355 hari! banyak kan berdirinya?!
    thanx dah mampir ke blog pitri.. salam kenal..

    # ada yang aku sembunyiin dari cerita di kereta mbak .. bahwa kejadian itu hanya di gerbongku.. gerbong yang lain masih belum emansipasi

  4. Ping-balik: BBM naik.. prasangka buruk dan tindakan kita « perjalanan @nova

  5. theory chaos itu sangat menarik lho… di bidang pasar uang dan modal, theory chaos pernah digunakan untuk memprediksi harga saham, produk derivatif, harga komoditas berjangka dll.

    # wah menarik juga ya.. bagi pengalamannya dong mas

  6. Ping-balik: Akibat Minyak Naik di Negeri Jiran (Butterfly Effect) « perjalanan @nova

  7. Ping-balik: nindityo.com » Blog Archive » Hikmah Minyak Naik di Negeri Jiran (Butterfly Effect)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s