Monthly Archives: Mei 2008

Pelajaran di balik kenaikan harga BBM

Kenaikan harga BBM dibuktikan sudah. Akhirnya dengan ke-tambeng-annya pemerintah tetap menaikkan harga BBM meskipun banyak yang menolaknya. Banyak orang makin susah, kemiskinan makin banyak, pemerintah tidak peka, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Penunggang alasan dibalik kenaikan harga BBM juga gak kalah banyak, mengatasnamakan penderitaan rakyat mulai mengecam orang lain, menyalahkan orang lain seakan jika dia yang memimpin maka harga BBM gak akan dinaikkan, mulailah era dimana dia salah dan aku benar. Nah sekarang saatnya pemain politik bermain.

Semua perdebatan tentu mengundang emosi jika kita tetap berpandangan bahwa kita benar dan dia salah. Kita dikelompok pandai dan dia dikelompok bodoh. Tetapi sebuah perdebatan tentu akan semakin memperkaya kita jika kita mau belajar dan mau memahami kenapa orang bisa berbeda pendapat dengan kita. Inilah waktu yang tepat untuk memahami sesuatu dari sudut pandang yang baru. Belajar dari kenyataan hidup.

Beberapa hal baru yang aku dapat dari perdebatan tentang kenaikan harga BBM antara lain :

1. Puchasing Power Parity (PPP)
ppp
Iklan Wiranto tentang kemiskinan penduduk Indonesia sesuai data Bank Dunia sebesar 49,5% banyak dipakai sebagai dasar bahwa rakyat miskin akan semakin miskin jika BBM dinaikkan. Beberapa demo mengusung angka ini, hasil pencarian atas angka dari Bank Dunia ini menunjukkan sesuatu yang menarik yaitu bahwa angka 49,5% merupakan jumlah penduduk dengan standar daya beli masyarakat kurang dari 2 dolar US per hari PPP. Angka US$2 PPP digunakan agar bisa diperbandingkan antar negara yang tergabung dalam World Bank. Dalam perbandingan antar negara digunakanlah nilai tukar US$ padahal nilai riil uang sebesar 2 dolar di negara maju dan di negara berkembang sangat berbeda dengan demikian nilai belinya juga berbeda. Dasar pengukuran dalam PPP bermacam-macam umumnya berupa kebutuhan pokok yang bisa dikonsumsi masyarakat, semisal telur ato Big Mac (Mac-D). Berapa peringkat Indonesia jika diliat dari PPP bisa diliat di sini. Laporan Bank Dunia bisa di donlot disini. Pelajaran penting, bahwa iklan -apalagi iklan politik- jangan ditelan mentah-mentah.

2. Indonesia net Importir Minyak
net importirEksportir minyak seperti Indonesia kok terpengaruh pada harga minyak dunia? Harusnya untung dong.Ternyata sejak tahun 2004 Indonesia sudah bukan lagi negara pengekspor minyak murni, karena kebutuhan minyak lebih tinggi dari pada konsumsinya. Sebagian dari kebutuhan ini diperoleh dari Impor. Bahkan karena sudah net Importir ini maka dengan kesadaran sendiri keluar dari OPEC pada tahun ini. Sebenernya Indonesia pun masih mengekspor minyak, karena minyak kualitas Indonesia lebih bagus maka diekspor ke luar negeri, dan kemudian impor minyak mentah dengan kualitas yang sesuai dengan kilang minyak di Indonesia. Maksudnya kilang kita gak bisa ngolah minyak kualitas bagus ya? Hus.. jelas 😀

3. Minyak tidak sama dengan premium

rupa-rupa hasil dari minyak mentahSelama ini kupikir minyak yang ditambang dari perut bumi cuma perlu sedikit pengolahan untuk menjadi bahan bakar kendaraan ternyata tidak sesederhana itu. Minyak mentah setelah diolah ternyata cuma sekitar 50% yang menjadi bensin yang lainnya minyak tanah, aspal, pelumas, dan beberapa produk sampingan yang terkadang tidak bernilai.

4. Subsidi dan Perhitungannya
Subsidi bukan merupakan uang keluar. Negara mempunyai minyak dari bumi (bukan beli) dan dengan biaya pengolahan yang kecil maka negara tetap untung pada berapa pun harga yang dijual ke rakyatnya. Pernyataan ini tentu sering kita dengar akhir-akhir ini terutama di koran internet. Sudah banyak bantahan atas tulisan itu misalnya disini dan disini, bahkan terkadang tidak dimuat di kolom komentar atas artikel di koran tersebut. Yang mungkin perlu dipahami adalah kalimat subsidi ada dan dihitung di dalam APBN, di bagian Pengeluaran Negara. Dalam kontek ini musti dibaca sebagai pencatatan akuntansi dimana harus diperbandingkan antara Pendapatan dan Pengeluaran (Accounting Principles : Matching Cost Again Revenue).

5. APBN dan APBN-P
Masih ada banyak jalan untuk tidak menaikkan harga BBM. Nasionalisasi perusahaan minyak asing, kejar koruptor BLBI, berantas korupsi, sewain pulau, dan lainnya. Intinya pemerintah belum mencoba beberapa alternatif kok malah menaikkan minyak. Tentu saja semua benar tetapi yang juga harus diliat dalam kehidupan kenegaraan adalah peraturan perundang-undangan. Dari sekian alternatif yang ada Undang-undang APBN-P yang memberi celah bahwa harga BBM bisa dinaikkan jika harga minyak dunia mencapai US$100/barrel, liat pasal 7 dan pasal 14 ayat 2 UU APBN-P 2008. Dan kata siapa menyelamatkan APBN bukan menyelamatkan rakyat? Baca disini.

6. Penjelasan Pemerintah
Dalam keadaan negara serba tidak jelas seperti saat kenaikan BBM kemaren, terbayang satu sosok yang selalu muncul memberi penjelasan kenapa pemerintah melakukan hal ini, hal itu, dan hal apapun. Harmoko, si hari-hari omong.. 😀 Tetapi kemaren Ibu Mulyani dengan analogi anak demam mampu sedikit menjelaskan kenapa opsi kenaikan ini diambil. Dan akhirnya meski terlambat ada juga penjelasan dari pemerintah seperti tercantum disini.

7. Penjelasan versi Malaysia
Beberapa pendapat soal BBM menyinggung tentang negara lain yang tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM semisal Iran, Venezuela, Brunei, Arab Saudi, Mesir, dan Malaysia. Udah banyak berita tentang demonstrasi yang dilakukan rakyat suatu negara karena kenaikan harga BBM dinegaranya, termasuk berita di enam negara diatas. Mungkin file penjelasan mengenai subsidi kerajaan dan subsidi dan kenaikan harga barang bisa sedikit membantu memahami dari sudut pandang pemerintah negara lain.

8. Pajak juga Solusi
Semua penolakan atas kenaikan harga BBM hanya berkisar tentang kemiskinan dan tindakan pemerintah. Tidak banyak yang membahas tentang peningkatan penerimaan pemerintah terutama dari sisi pajak. Jika harga BBM tetap rendah tentu semua hepi kecuali pemerintah. Jika BBM dinaikkan pemerintah hepi, dan rakyat tidak (meskipun jangka panjangnya hepi juga). Tetapi jika pajak dinaikkan ato digenjot, maka semuanya hepi. Pemerintah tentu akan mendapatkan banyak tambahan penerimaan jika pajak digalakkan. Jumlah orang yang terdaftar sebagai Wajib Pajak dan mempunyai NPWP hanya sekitar 5 juta dari 230 juta penduduk Indonesia. Jika saja semua penduduk yang seharusnya termasuk dalam kriteria Wajib Pajak (baik karena kewajiban subyektif ato obyektifnya terpenuhi) membayar pajaknya tentu pendapatan negara akan membesar dengan seketika, pemerintah akan hepi. Tetapi apakah rakyat akan hepi, tentu saja. Lho kok bisa? Ya karena emang itu sudah kewajibannya, yang tidak mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak umumnya karena ketidakmauan dan ketidak pedulian bahwa sebenernya dia sudah termasuk dalam kriteria harus terdaftar dan membayar pajak. Jadi istilahnya emang sudah seharusnya dan bukan merupakan beban tambahan. Kebijakan Sunset Policy yang udah diberlakukan taon ini hendaknya bisa dijadikan momentum untuk membantu mengentaskan kemiskinan dengan membayar pajak.

9. Hemat Energi
Lho apa hubungannya dengan BBM ? Jelas ada. Hemat energi termasuk didalamnya hemat BBM, listrik dan air. Dengan hemat BBM berarti mengurangi jumlah BBM yang dikonsumsi yang berarti akan mengurangi beban subsidi. Lalu, listrik di Indonesia dipasok oleh pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar gas, minyak (diesel) dan batubara. Penggunaan bahan bakar minyak jelas merupakan konsumsi BBM sehingga jika kita hemat listrik tentu akan mengurangi penggunaan bahan bakarnya. Halah kejauhan Dit.. apalagi hubungannya dengan hemat air? Hehehe.. maap, tadi kan kita dah ngomongi tentang APBN dan penyelamatannya, trus untuk menaikkan sisi Pendapatanya sudah disinggung dikit yaitu pajak, nah sisi Pengeluarannya itu ada Subsidi, Dana Bagi Hasil, dan juga Belanja Negara. Belanja negara itu termasuk didalemnya pembayaran listrik, telepon, dan air di kantor-kantor pemerintah. Nah sesuai edaran dari kantor pusat, kita disuruh hemat energi, gak tanggung-tanggung minimal 60% dari bulan sebelumnya. Karena ingin supaya beban listrik, air, dan telepon itu hemat, sekarang di kantor AC cuma nyala dari jam 08.00 sd 16.30, lampu banyak yang digelapin terpaksa jendela dibuka supaya ada cahaya, telpon cuma buat urusan kantor, lift cuma nyala satu dan yg mau naik turun 2 lantai diharuskan pake tangga, nah lho.. tersiksa kan. Makanya aku baru sadar kalo hemat energi itu ternyata ngaruh ke Subsidi BBM ya 😀 😀 jadi malu 😳 Eh barusan dapet contoh lagi nih dari Pakistan.

Nah ada sembilan angka pelajaran dibalik kenaikan APBN bagi aku secara pribadi. Meski begitu tetep aja kenaikan harga BBM yang berefek ke biaya transpor, harga kebutuhan pokok dan lainnya menyebabkan kita butuh pengelolaan keuangan yang canggih. Pinggang dah hampir putus karena ikat pinggang yang semakin diketatkan. Tapi kita musti tau cara mengikat pinggang yang baik dan benar dong. Nih aku pernah dapet kiriman file tentang pengelolaan keuangan keluarga. Ayo sapa butuh unduh aja disini. Moga berguna. (File ini aku dapat lewat email dan tidak tau sapa yang bikin jadi berterimakasihlah sama yang bikin).

Baca juga : http://rovicky.wordpress.com (makasih atas gambar-gambarnya)
Berkas di unggah :
1. APBN-P 2008
2. Penjelasan kenaikan BBM Indonesia
3. Penjelasan kenaikan BBM Malaysia (1,2)
4. Laporan dari World Bank 2007
5. Perhitungan keuangan pribadi (ganti extensi DOC dengan XLS)

Iklan

100 Tahun Kebangkitan Nasional – bangkitnya Negara Kelima

Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.
(Wikipedia)

Guru sejarahku dulu menjelaskan bahwa pada titik inilah perjuangan rakyat Indonesia mulai bersifat nasional. Jika dulunya hanya bersifat kedaerahan, kesukuan, keagamaan, dengan Budi Utomo dimulailah perjuangan yang bersifat nasional. Kenapa nasional? Karena sudah tidak ada batasan anggota dan sudah berencana menuju ke kemerdekaan Indonesia (Hindia Timur) dari jajahan Belanda.

Dit, kamu mo ngajarin kita sejarah ya?

Hehehe.. maaf, syukur kalo dah tau. Alinea di atas sengaja ditulis, karena siang tadi sempet liat acara di TV, ada wawancara beberapa orang dan ditanya siapa Budi Utomo dan tau gak jawabannya? Hampir semua menjawab “nama orang.” Oke lah mungkin yang bener gak ditayangkan tapi gak ada salahnya kan kalo ngingetin lagi.

loga 100 taon kebangkitan nasionalBalik lagi ke tema hari ini. 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Bentar lagi di TV akan disiarkan langsung acara itu dan tentunya akan berlangsung dengan megah kalo diliat gladi bersihnya. Masalahnya kenapa musti gedhe-gedhean, disaat rakyat masih terpuruk dalam kemiskinan dan himpitan harga minyak? (LSM mode ON) 🙂 Ya sah-sah saja sih tergantung sudut pandangnya..

Kebetulan aku baru saja selesai baca Negara Kelima, sebuah novel karangan ES Ito. Tolong isinya dibaca sendiri. Karena sudut pandang yang mau aku bilang disini belum tentu sama dengan sudut pandang kamu ketika membacanya. Di situ disebutkan bahwa Indonesia sebagai satu negara hanya berdiri sampai dengan tanggal 1 Desember 1956 yaitu pada saat mundurnya Bung Hatta dari Wakil Presiden Indonesia. Sejak 1 Desember 1956 Indonesia bukan lagi merupakan satu kesatuan cita-cita tetapi hanya merupakan integritas wilayah.

Jika dibaca pada keadaan sekarang sebetulnya tidak ada yang salah dengan kalimat itu. Indonesia sekarang hanya integritas wilayah dari Sabang sampai Merauke. Masing-masing sibuk dengan cita-citanya sendiri. Kebijakan pusat ditolak oleh daerah, kasus terakhir BLT yang ditolak beberapa daerah. Dan kebijakan daerah ditolak oleh pusat, udah ratusan Perda yang dibatalkan oleh Depdagri. Dari sini lah dapat dilihat betapa Indonesia sudah mempunyai beragam cita-cita. Visi yang sama seperti saat Proklamasi kemerdekaan sudah hilang entah dimana, sebagian ditelan kenaikan harga minyak, sebagian tersapu tsunami, dan ada juga yang tertimbun lumpur Lapindo.

Kuliah lagi nih.. apa maksudnya Negara Kelima?

Sik tho.. sing sabar. Kesatuan cita seperti saat Proklamasi (masih ingatkan kalimat yang dihilangkan pada Piagam Jakarta ? ) yang mengorbankan kepentingan golongan dan mengedepankan kepentingan bangsa sudah semakin menipis saat ini. Itulah sebabnya sekarang ini bangsa kita bagai sedang mengais-ngais masa lalunya untuk membawa kebanggan diri kembali. Bahwa dulu kita bangsa yang besar, bahwa dulu kita bangsa yang disegani, bahwa dulu kita pernah bercita-cita untuk memajukan nusantara. Cita-cita yang bersifat nasional. Itulah kenapa jika ada pesta-pesta seperti malam ini ya mbok jangan buru-buru dihujat. Lha wong kita berusaha mengumpulkan jati diri yang sempet tercecer, sempet tertinggal dibelakang sana. Negara Kelima dalam buku ES Ito tadi adalah suatu cita-cita Indonesia baru, yang berpedoman pada cita-cita para pendiri bangsa dulu sewaktu mendirikan Indonesia. Inti Negara Kelima adalah rubuhkan Indonesia sekarang dan dirikan Indonesia Baru.

Lha.. kamu ngajarin Revolusi tho.. bahaya nih..

Piye tho bocah iki. Itu kan kata ES Ito. Kalo aku sih setuju Reformasi. Revolusi terlalu berani terhadap kebudayaan. Terlalu banyak makan korban. Jika gak setuju keadaan yang sekarang ya perbaiki. Perbaiki dari dalam, jangan dari luar teriak-teriak. Masuklah jadi anggota DPR, benahi Undang-undang. Masuklah ke partai politik dan benahi sistem perpolitikan kita. Masuklah jadi Pegawai Negeri dan berkerjalah dengan jujur. Jadilah pengusaha yang benar jangan dikit-dikit minta proteksi dan subsidi. Mulailah menulis di blog dan jadilah bloger yang bukan penipu 🙂 , dan sebagainya. Inilah sebabnya kenapa momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional harus kita jadikan titik balik untuk kembali ke Indonesia yang lama. Indonesia yang ingin rakyatnya adil makmur, bukannya sebagian adil dan sebagian makmur. Begitu lho mas..

Kamu nasionalis banget yo mas.. pasti PNS ? 🙂

Halah.. nasionalis kok pake PNS ato bukan. Emang pahlawan yang segitu banyaknya itu PNS semua ato jadi pahlawan karena dijanjiin diangkat jadi PNS. Emangnya pahlawan PON po piye.. 😀 Nah, menurutku sih nasionalisme yang sekarang ini lagi dibangkitkan haruslah dilakukankan dengan cara kita masing-masing dengan tetap merujuk pada cita-cita Indonesia yang besar. Indonesia dengan beragam suku, agama, ras, dan golongan (maaf dulu sempet ikut lomba P4 jadi agak copy paste kalimatnya) Yang sukunya Jawa ya silakan kembangkan budaya Jawa, yang agamanya Islam yang kembangkan agama Islam, yang pengusaha ya usaha yang bener, PNS jangan korupsi, dan sebagainya tetapi musti ingat kalo kita berbeda-beda. Jangan memaksakan pendapat sendiri. Emangnya otak yang kamu punya dikasih sapa? Tuhan yang sama tho..

Oke singgung sedikit tentang Negara Kelima. Di buku itu disebutkan bahwa Atlantis, dengan kebudayaannya yang besar itu dulunya ada di Indonesia. Kemudian berikutnya dilanjutkan dengan Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, dan Indonesia. Baca deh, analisanya lumayan sableng untuk dibilang serius. Tetapi terlalu serius untuk dibilang ndagel.

Atlantis yang hilang itu ada di Indonesia ? 🙄

Halah.. ya iyalah kalo mau dianalisa dikit 🙂 . Balik lagi ke laptop. Mbok kebangkitan nasional ini diisi dengan resolusi-resolusi pribadi. Semisal : tidak akan korupsi, akan nulis tiap minggu, akan matiin satu lampu tiap jam 19.00-22.00, akan buang sampah ditempatnya, beli produk Indonesia, dan lainnya yang intinya membuat Indonesia sekarang menjadi lebih baik lagi. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri, mulailah sekarang juga (kutipan dari Aa Gym). Ingat satu tindakan yang kecil akan mampu merubah dunia (Butterfly Effect).

Aku bayangin nih, Indonesia 10 taon lagi akan menjadi negara yang besar. Gak ada korupsi. Minyak tetep mahal, tapi energi kita gak kekurangan, iklim politik lebih stabil, pengangguran menurun, intinya adil makmur. Nah, kalo kita gak nyiapin diri kita untuk keadaan saat itu ya kita akan terlempar dari Indonesia. Siapkan diri untuk keadaan lebih baik dan Indonesia akan meresponnya (plintiran kalimat dari The Secret).

Ah, kamu pake ngomong tentang Atlantis. Indonesia pas kemerdekaan aja kamu tak mengalaminya. Gimana kita akan mampu mengetahui tentang Indonesia sebenarnya seperti cita-cita pendiri bangsa dulu? Omong kosong..

Kamu Indonesia (sekarang) banget ya.. Selalu mencari keluar. Selalu melihat orang lain. Indonesia seutuhnya ada dalam diri kamu. Hai kamu anak-anak Atlantis.., liat baik-baik diri kamu, dengar baik-baik hati kamu, tidakkah kamu ingat lagu Kebyar-kebyar .. bahwa putih tulangmu dan merah darahmu adalah semangat Indonesia.

Tidakkah kamu menangis ketika Susi merebut Emas Olimpiade..
Tidakkah kamu bersorak ketika Thomas Cup kita rampas..
Ingatkah gegap penonton ketika timnas sepakbola main di Senayan..
Dengarlah lagu Bendera dari Coklat..
Dengarlah lagu Indonesia Raya..
Nyanyikanlah Padamu Negeri..
Nyanyikanlah Halo Halo Bandung..
Rasakan getar dadamu..
Itulah Indonesia

Selamat bangkit, Negara Kelima.
100 Tahun Kebangkitan Nasional Indonesia.

Tolong aku kawan dan atau tolonglah dia juga

Niat awal sih mau seneng-seneng ketemu temen-temen yang biasa saling sapa di dunia maya. Kenal lebih deket dengan pak Sawali dan minta tanda tangan atas buku kumpulan cerpen yang telah diterbitkan. Sesuai undangan berita disini maka acara berlangsung di Taman Ismail Marzuki. Satu tempat yang merupakan markas besar beragam komunitas seniman yang telah kondang ke manca negara. Disinilah aku pernah menonton teater yang sampai sekarang masih terngiang kalimat-kalimatnya. Disini tempat angker, sakral, dan sekaligus membanggakan. Bergetar sewaktu aku masuk ke halamannya. Akan tetapi disana malah tergelitik oleh suasana beberapa kejadian yang ada.

Ini hal yang asing bagi aku. Jadi aku sebagai orang umum datang ke suatu komunitas satra. Tentu saja aku sudah mempunyai beragam ekspektasi, beragam bayangan tentang suasana dan keadaan disana. Tempat yang aku tuju Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin ternyata melangsungkan peluncuran buku yang digagas Komunitas Sastra Indonesia (KSI), Komunitas Cerpen Indonesia, dan itu sekaligus menggelar diskusi dan pembacaan puisi dalam bahasa Melayu dan Mandarin, pembacaan cerpen dan musikalisasi puisi.

Sebelum duduk manis, aku sempat mengambil buletin Jurnal Boemipoetra. Baca-baca bentar, lha kok isinya cuma perang kalimat antara KSI lawan KUK. Tanpa cover both side. Enggak.. aku bukan anggota KUK. Tempat mereka juga gak tau. Yang mau aku bilang, bahwa jurnal ini mengandung energi negatif yang sangat besar. Bahkan untuk sekedar dibilang menunjukkan kesalahan-kesalahan KUK, ini sudah terlampau jauh. Tapi ini komunitas yang aku gak paham, sebuah dunia lain. Seberapa berat penderitaan KSI yang diakibatkan KUK jelas aku gak tau. Silakan saja.. cuma hawa negatif yang menyeruak dari halaman-halaman jurnal itu udah terlanjur aku hirup. Sruput.. masuk hidung, mengendap di otak.

Berikutnya, perkenalan dan pembacaan pusi dari sastrawan/penyair Malaysia. Sewaktu syair dan pusi dibacakan. Setiap mereka sebut kata Melayu, aku langsung teringat dengan kota Padang dan kebudayaannya. Setiap kata dari puisi yang diucapkan, aku teringat tambo dan syair pujangga sumatera. Ya.. tepatnya aku merasa itu bukan puisi Malaysia pak cik.. itu puisi ambo. Kebudayaan ambo yang pakcik lagi bace. Dan lama kelamaan aku mikir.. puisi Indonesia mana lagi yang dibajaknya kali ini. Ah.. pikiran negatif yang memalukan. Tolong aku kawan..

Berikutnya sesi tanya jawab. Beberapa orang di belakang udah berkomentar, jangan kasih bicara orang Malaysia itu, mereka senang bicara dan jika bicara panjang. Meski diucapkan sambil bercanda, otakku udah negatif saja.. tapi beneran lho panjang betul 🙂 . Kembali, tolong aku kawan..

Kalimat yang diucapkan sebagai apresiasi tentang puisi yang ada di kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar menyebutkan bahwa puisi tersebut kebanyakan diilhami oleh perlakuan bangsa Israel dan Amerika terhadap saudara-saudara di Palestine dan dunia Arab. Aduh pak cik.. kita juga merasakan penderitaan saudara kita disana. Tapi tidak harus semuanya pakcik.. jangan jual penderitaan mereka untuk menaikkan pamor pakcik. Ah aku kembali berburuk sangka. Tolong aku kawan..

Bahkan nama Mahathir berulang kali disebut sebagai orang yang pantas sebagai perdana menteri. Meskipun sudah terlalu lama tetapi mereka telah merasakan betapai berbahagianya mereka saat dipimpin oleh Mahathir. Berbeda dengan sekarang setelah Barisan Nasional kehilangan banyak kursi, keadaan bukannya semakin baik tapi malah semakin buruk. Aduh pakcik, kau terlalu nyaman dengan duniamu. Liat baik-baik pakcik, puisimu terlalu sederhana. Tidak berapi-api seperti Chairil Anwar. Liat kesenianmu pakcik, tidak berkembang. Kau cuma ambil dari negara lain yang kebetulan saat ini aku jadi warga negaranya. Aduh.. do not judge dit.. Iya.. iya.. aku tau. Ini meluncur saja. Tolong aku kawan.. energi negatif ini telah menyelimutiku.

Tak taunya beberapa teman disana berpendapat sama. Berbeda dengan aku yang sudah dialiri energi negatif perselisihan KSI dan KUK. Temen-temn nampaknya lebih berpikir nalar dan langsung menanyakan hal-hal tadi sama mereka. Mengapa puisi mereka tidak ada yang membela TKI, mengapa hanya memuji pemerintah, mengapa kesenian disana tidak berkembang, mengapa dan mengapa yang lain? Ah teman-teman yang baik.. gimana caranya menyingkirkan energi negatif ini..

Jawabannya pakcik dan makcik adalah mereka tidak dapat berkreasi secara bebas seperti kawan-kawan di Indonesia karena adanya Undang-undang Keamanan dalam Negeri (ISA) Malaysia. Inilah yang membelengggu mereka. Lho.. di Indonesia juga ada KUHP yang mengatur tentang subsversif tetapi di sini jika pemerintah bersalah kita boleh kok berpendapat berbeda, takut adalah pupuk semangat kami pakcik. Janganlah kenyaman kecil yang kalian terima malah menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan. Hanya akan membuat kita kalian tidak beranjak dan tidak mau berubah. Ingat kah pakcik dan makcik akan cerita katak yang direbus dalam air di panci. Panas yang pelahan-lahan membuat sang katak hanya merasa hangat dan lama-kelamaan mati karena panasnya. Katak tidak berusaha keluar karena nyaman dengan kehangatannya.

Tidak pakcik dan makcik, saya tidak bilang kalian sebagai katak. Apalagi menyebut sebagai katak dalam tempurung. Tempurung kenyamanan, karena wabah internet sekarang ini telah membuat tempurung menjadi tak berarti. Kecuali jika si katak dalam tempurung itu merasa bahwa tempurunglah dunianya, itu lain cerita. Tapi jika demikian demikian jawab pakcik dan makcik tadi, bahwa ada ISA disana, maka tolonglah dia kawan.. mereka lebih membutuhkan pertolongan itu. Mereka berada dalam tempurung ketakutan energi negatif dan tidak menyadarinya. Ah pakcik.. aku kasihan padamu.

(Tapi tetap kembalikan budaya kami pakcik, meski tak kami rawat, tetapi itu tetap bukan budaya kalian. Jangan copy paste sembarangan. Ask First! Before using may blog’s culture’s content. I might say yes!)

*sedang semedi untuk membuang pikiran kotor menetralkan pikiran*

Berita terkait :
di surat kabar KOMPAS

Sawali “perempuan bergaun putih” Tuhusetya dan kopi darat pertama

Ini kali ketiga aku ke TIM. Pertama, taon 1990 ketika widyawisata SMP dan mampir ke Planetarium. Kedua, taon 2002 sewaktu nonton teater (lupa judulnya, yang jelas bagus). Dan ketiga, peluncuran buku kumpulan cerpen pak Sawali, Perempuan Bergaun Putih, Jumat 16 Mei 2008 kemaren.

Dateng jam 13.45 telat dikit. Ojeg yang aku naikin dari Pluit pelan banget jalannya. Sambil pegang setir stang, si tukang ojegnya cerita kalo dia barusan coba nyicil motor jadi tukang ojeg setelah sebelumnya kuli bangunan. Aku hanya meniyakan saja. Sampai lampu merah stasiun kota, dia nanya “kita lurus ato belok kiri?” Lho.. “Lurus aja pak, nanti di Gambir baru belok kiri”, sahutku masih tanda tanya. Akhirnya kita lurus melewati Glodok. Di lampu merah pertigaan Mangga Besar, kembali terdengar suara ,”Kita lurus ato belok kiri?” … 🙄

Gak usahlah “kita lurus ato belok kirinya dibahas”.. gak penting selain kasian bagi yang fakir bandwith karena ada lebih dari 10 lampu merah menuju TIM. Dan jangan ditanya apakah si tukang ojeg itu bisa kembali ke tempat mangkalnya lagi, karena dia sempet bilang belum pernah ke TIM. Dan tentu saja bukan masalah kalo dia gak tau jalan, aku sih hapal.. tapi pengakuan bahwa dia baru bisa megang motor itu yang bikin was-was.

Kembali ke TIM, setelah muter-muter di komplek TIM, baru tau kalo PBS HB Jassin itu agak menyelinap disamping Planetarium. Naik tangga, masuk dan … kaget. Lho bukan acaranya pak Sawali thok tho.. Banyak orang bertampang seniman disana. Cari tempat duduk. Search mode ON. Kata kunci “kumis” …. malah dapetnya si Farhan. Soalnya si kumis lagi hadap depan jadi gak keliatan kumisnya. Kebetulan si Farhan ke belakang, samperin, kenalin diri, ditunjukkanlah sosok ganteng berkumis berbaju ungu. Ungu ?! Ivan Gunawan banget ya.. 😆 Langsung gak berani nyamper… 🙂

Duduk manis lagi, ambil tustel ceprat cepret kalo ada yang aneh dan lucu. Kesempatan lapor dateng, ketika si kumis pak Sawali ngrokok ke belakang. Samperin, lapor, ngobrol lah. Kaku awalnya, khas aku (minder mode ON). Lama-lama lancar.. sampai akhirnya beliau duduk lagi ke barisan depan. Oh ya, ada tiga acara disana, dan pak Sawali merupakan acara ke dua. Acara pertama yang bikin bete (ntar deh diomongin kenapa bete) berlangsung bertaon-taon berjam-jam. Dan jam 16.00 baru acara pak Sawali berlangsung. Dimulai dengan pembacaan cerpen “Perempuan Bergaun Putih” oleh mbak Putri Miranda dan dilanjutkan kritik oleh Kurnia Efendy dan tanya jawab. Saat inilah baru keliatan bahwa sosok Sawali lah yang bikin acara banyak penontonnya. Kelompok blogger di sisi kiri terlihat menonjol dibanding penonton yang lain. Tepuk tangan paling keras, ketawa paling lebar, dan wajah-wajah yang tersenyum tanpa tegang. Oh ya, aku di sebelah kanan, masih minder, belum berani gabung.

bedah buku
Skip..skip..skip… dalam sambutan atas peluncuran buku kumpulan cerpennya ini, pak Sawali sempat menyebutkan beberapa nama blogger kondang yang merupakan pendorongnya untuk maju. Diantaranya Maman S.Mahayana, Hanna Fransisca, Edy Caplang, Kang Kombor, CY, Ridu, dan Faizal Putra, (maap kalo salah tulis, bukti berupa rekaman video ada kok) saat inilah kebersamaan dalam komunitas blog terbukti menguat dalam bentuk persahabatan dan lalu ikut mendorong terbitnya buku pak Sawali. Salut buat pak Sawali dan hormat pada sahabat-sahabatnya.

Setelah “acara resms” selesai, barulah suasana mencair. Saling memperkenalkan diri. Aku ikutlah.. dari pada dibilang untouchable 🙂 Salaman kiri kanan depan belakang, wah.. kaget juga liat orang-orang top yang blog nya biasa aku liat .. aku sekarang ada sama mereka. gila man.. aku tersanjung ketika ketemu mas Dana.. wow blogger favorite ku, trus sis Chika.. lebih cantik aslinya dibanding gossipnya, trus mas Yudis, mas Suprie, mas Aris, mas Edy, mas Ade, mas Ridu, mas Imam, mbak Hanna, mas Nazieb, mas Ichan, mas Anggara dan mbak Ade istrinya.

oom sawali minta tanda tangannya dong ..Dilanjut photo-photo.. Dan tak lupa minta tanda tangan. 🙂 Dibiasain ya bos.. nanti akan sering-sering dimintain tanda tangan seperti ini lho.

Kopi darat.

Atas ide bersama dan di backup habis oleh si mbak ayu Hanna, acara berlanjut di kantin TIM dengan makan besar. Dalam perjalanan menuju kantin inilah aku ketemu dengan rombongan dari Tobadream diantaranya Suhunan Situmorang, wow.. orang besar dengan tulisannya yang sering bikin heboh di blogberita, dan juga bang Shaut, dedengkot RCTI (kata bang Suhunan 🙂 ).

Sambil makan ngobrol malah makin asyik, saling puji atas tulisan dan ucapan terimakasih atas pencerahan berhamburan. Bang Suhunan menampakkan rasa kaget dan sangat surprise bisa ketemu mas Dana. Meski demikian orang yang paling berbahagia saat itu jelas si kumis ganteng pak Sawali. 😀

Sebagaimana sis Chika dah cerita , aku pamit duluan dalam acara makan dikantin itu. Masih ada acara lain yang musti didatengin. Yang dapat aku ambil dalam kopi darat tadi adalah rasa bangga, bahwa aku menjadi bagian dari mereka. Terimakasih ya temen-temen..
Aku berpisah jam 19.00

Btw, rencananya ada acara bedah buku pak Sawali di UI. Cuma waktunya belum tau, mungkin bisa dikoordinir untuk kumpul-kumpul lagi.

Catatan tambahan :

* Cerpen-cerpen Pak Sawali eksotis, kata pak Maman. Silakan dapetin di toko buku Gramedia. Jangan beli bajakan !!

* Klik gambar disamping untuk baca gratis cerpen Perempuan Bergaun Putih, dan cerpen yang lain yang tak kalah eksotisnya.
* Ini buku kedua ku yang ditandatangani penulisnya. Buku pertama, Kamus Bahasa Inggris yang ditandatangani Purwodarminto.
* Pak Sawali ternyata tidak kenal Ivan Gunawan. Warna baju disesuaikan sampul bukunya.
* Temenku barusan nelpon ngasih tau kalo si tukang ojeg telah sampai ke pangkalan ojegnya dengan selamat.
* Telah diupdate lagi untuk yang belum kesebut namanya padahal dateng.

BBM naik.. prasangka buruk dan tindakan kita

Bentar lagi harga BBM (minyak tanah, solar, premium, dll) akan dinaikkan. Efeknya berantai ke ongkos transportasi baik manusia maupun barang. Akibat biaya transportasi naik maka harga barang naik. Karena harga barang akan naik maka penjual sudah menaikkan harga barangnya sekarang. Sebab jika tidak dinaikkan maka tidak akan ada modal usaha untuk membeli barang selanjutnya. Akibatnya harga barang naik sekarang maka kita langsung sudah merasakan susah padahal harga minyak belum lah dinaikkan. Segitu hebatnya efek kenaikan harga BBM ini padahal BBM bukan kebutuhan pokok seperti hal nya beras. Gila betul ya..

Alasan utama pemerintah menaikkan harga BBM adalah kenaikan harga minyak dunia dari US$ 60 per barel menjadi di atas US$ 120 per barel. Yang berakibat pada meningkatnya subsidi BBM (dan listrik) menjadi 300 trilyun. Baca sini.

Lha emang kenapa kalo subsidi 300T ?
Ini kan tugas pemerintah sebagai negara .. kalo gak becus turun saja.

Setuju. Dan lucunya SBY-JK malah berkoar lebih baik mundur kalo BBM tidak dinaikkan. Piye jal… 😀

Ayo kita liat APBN kita. Hitungan sederhana penerimaan dan pengeluaran negara menurut APBN 2008 yang diambil dari situs Direktorat Jenderal Anggaran Departemen Keuangan sebagai berikut :
Penerimaan : 781T (termasuk penerimaan pajak 591 T)
belanja pusat : 573T (termasuk subsidi 97 T dan bunga 91 T)
transfer ke daerah : 281 T (dana bagi hasil)
defisit anggaran : 73 T (pada harga minyak $60/barel)

Semua perhitungan di atas mengacu pada asumsi dasar sebagaimana disebut pada tabel 11 data di atas, salah satunya harga dasar minyak US$60 dan lifting minyak Indonesia 1.034 juta barel/hari (yang terbukti tidak tercapai).

Jika minyak naik jadi $120/barel maka subsidi (listrik dan BBM) bisa mencapai 300 T yang berarti akan banyak hutang untuk menambal APBN. Cara ini pernah diambil pada masa Orba yang berakibat krisis ekonomi dan krisis BLBI yang berkepanjangan dan masih terasa akibatnya sampai saat ini.

Lha kalo gak bisa utang ya tinggal naikin pendapatannya ato kurangi pengeluarannya tho.. gitu aja kok repot ? Kalo gak becus turun saja…

Setuju lagi. Ini yang dilakukan pemerintah untuk antisipasi jika APBN 2008 terancam, adakah yang belum dilakukan?
1. Menyiapkan dana cadangan pengaman kenaikan minyak Rp 6 triliun
2. Menghemat belanja lembaga dan kementerian
3. Pendapatan ekstra dari daerah penghasil migas
4. Perubahan desain belanja kementerian dan lembaga
5. Menjaga program penggulangan kemiskinan dan momen pertumbuhan ekonomi tidak akan diutak-atik.
6. Mengamankan produksi minyak dan subsidi BBM dari sisi efisiensi
7. Memperbaiki kinerja PLN dan Pertamina
8. Optimalisasi target penerimaan pajak dan dividen BUMN
Kesemua itu telah dilakukan dan ternyata harga minyak dunia yang melambung dari US$60 ke US$120 mengacaukan segalanya. Catat ya.. bahwa kenaikan ini bukan karena pemerintah yang gak becus kerja tapi karena kenaikan harga di seluruh dunia.

Kenapa gak produksi minyak dinaikkan saja? Pasti dengan banyak supply maka harga akan turun. Hukum permintaan penawaran. Dan kenapa pula negara penghasil minyak lainnya (OPEC misalnya) tidak menaikkan produksi minyak? Ada apakah?

Sik tho.. tadi ngomongin BBM Indonesia tapi kok sekarang ke harga minyak dunia. Gak salah nih…

Ya nanti balik lagi kan mudah.. sekarang kenapa harga minyak dunia naik?

harga minyak duniaGini kalo kita baca dari koran dan juga hasil baca tulisan dari majalah Tempo dan mas Rovicky disebutkan bahwa harga minyak yang sebesar US$120 seperti yang terjadi sekarang bukan karena meningkatnya permintaan, tetapi karena tingginya permainan spekulan pada perdagangan komoditas minyak. Jadi begini, krisis subprime mortgage yang terjadi di USA yang merembet ke semua negara di dunia mengakibatkan pasar modal yang sebelumnya lebih banyak bergerak di sektor berbasis investasi sekarang mengincar sektor berbasis komoditas. Semua berlomba memburu untung dari sektor ini. Minyak salah satunya, selain beras dan kedelai. Ini juga yang bikin harga tempe naik kemaren. Perdagangan di sektor komoditas merupakan perdagangan untuk beberapa bulan di muka (misalnya 3 bulan). Jadi harga minyak US$120 tadi merupakan harga minyak untuk pengiriman 3 bulan dimuka (ato tergantung perjanjiannya). Makanya sering disebut sebagai ulah spekulan. OPEC sebagai kumpulan negara penghasil minyak juga tidak ingin menaikkan produksinya sebab pada dasarnya konsumsi minyak dunia juga tidak ada kenaikan. Tidak ada musim dingin, minyak untuk Olimpiade China juga aman, pendeknya pasokan aman. Jadi kebayang kan kenapa harga minyak naik.

Jika begitu berarti ada kemungkinan turun dong…

Betul sekali. Bahkan analisa dari Lehman Brothers memperkirakan harga minyak akan turun ke angka US$80 per barrel. Liat disini.

Kembali ke laptop.. trus gimana supaya harga BBM di Indonesia bisa murah. Katanya negara lain banyak yg lebih murah dari Indonesia padahal bukan negara penghasil minyak.

Wah itu banyak alasannya. Salah satunya karena penduduk negara kita yang sangat besar dan mengkonsumsi minyak yang sangat banyak. Otomatis subsidi yang besar tadi menjadi kecil karena dibagi jumlah penduduk yang besar. Negara lain bisa murah karena dengan Pendapatan Negara yang besar mampu memberikan subsidi yang juga besar, apalagi ditunjang dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit. Jangan tertipu dengan grafik harga minyak per liter, mikir dikit dan liat juga berapa subsidi yang dikucurkan, berapa jumlah penduduknya, berapa pendapatan negaranya, berapa tarif pajaknya, dll dll. Secara konkret agar harga minyak turun (terjangkau) ya diperbesar subsidi BBM nya sehingga yang dibayar masyarakat lebih kecil dari harga pasaran minyak, karena pemerintah menanggung sebagian harga minyak itu.

Nah gitu dong. Gimana caranya subsidi diperbesar?
Ato gini deh.. kalo kamu jadi presiden apa yang kamu lakukan?

Gilo le.. sebenernya banyak cara untuk memperbesar subsidi. Tapi yang pertama musti dibenahi dulu berapa sih sebenernya konsumsi BBM nasional kita. Salah satu caranya dengan kartu kendali BBM yang mo diluncurkan itu. Dengan sistem ini diharapkan konsumsi riil BBM bisa diperoleh. Gak seperti sekarang, BBM subsidi disalahgunakan untuk industri bahkan ada yang diselundupkan untuk ekspor. Kebiasaan lama yang tidak berubah meskipun udah reformasi. Jika ini dibenahi niscaya nilai subsidi bisa ditekan.

Yang berikutnya ya alternatif-alternatif yang bisa dibilang agak ekstrim untuk menambal defisit APBN yaitu penambahan pendapatan negara dan mengurangi pengeluarannya seperti :
– Penyewaan pulau, misalnya Biak untuk peluncuran satelit.
– Penghentian illegal loging dan illegal fishing. Atur yang jelas, tegakkan hukum, hasilnya pasti besar.
– Perbesar penerimaan pajak. Tutup kebocoran penerimaan pajak dan sita harta buat yang gak bayar pajak.
– Ganti hukuman kurungan buat koruptor dengan hukuman denda. 1 tahun sebanding 10 milyar.
– Kaji kembali BLBI dan obligasi rekap bank. Beban bunganya sangat besar dan jika BLBI bisa balik, 600 T, lho wah.. lumayan tuh.
– Bikin proyek padat karya. Bikin jalan yang lebar dan mulus. Bikin pelabuhan. Bikin pagar diperbatasan. Yang penting rakyat kerja dan dapat duit untuk beli kebutuhan pokok. Dari pada nunggu jaring pengaman.
– Potong anggaran yang gak perlu. Gak perlu mobil dinas baru. Gak perlu banyak study banding keluar negeri.
– Kurangi pemakakaian BBM. Gunakan gas yang lebih murah.

Tetapi intinya ya dipenegakan hukum. Kita punya semua aturan yang bagus kok. Cuma implementasinya yang payah.

Gitu ya.. jadi intinya BBM tetep harus naik ya..

Capee de.. ya hitung-hitungannya seperti di atas. Terserah pendapatmu.

Gini aja.. hidup makin susah. Bohong kalo aku juga gak susah kalo BBM dinaikkan. Aku penganut teori chaos lho.. aku percaya butterfly effect. Aku percaya kenaikan harga minyak sedikit saja pasti berpengaruh pada aku. Cuma gimana caranya disaat susah nanti.. kita gak jadi bagian dari yang bikin susah alias nyusahin tapi bagian dari yang bisa membantu pemecahan masalah. Minimal ikut hemat BBM, hindari pemakaian listrik yang boros, dan karena harga beras juga semakin mahal.. mbok ya kamu kalo makan jangan banyak-banyak 😀

Halah ndagel.. ini serius.. bisa revolusi di negeri ini kalo BBM naik..

Betul banget.. makanya yang sabar dan yang sadar. Yang sabar ya ngayomi yang lagi emosi. Yang sadar ya kasih tau yang bener. Tetep semangat walau keadaan nanti gak begitu indah. Setiap kesulitan pasti masih ada harapan. Ingat kan pita kuning, simbol harapan. Jadilah bagian dari pita kuning itu. Kalo cuma protes mah anak kecil juga bisa. 🙂

Baca juga :
http://rovicky.wordpress.com/2008/04/18/hari-ini-harga-minyak-tertinggi/
http://rovicky.wordpress.com/2008/05/07/perlukah-indonesia-keluar-dari-opec/
http://rovicky.wordpress.com/2008/04/21/apakah-konspirasi/

Perpustakaan Pribadi yuuuk.. mari

Bukan koleksiku lho..Saat membereskan salah satu ruang di rumah yang biasa aku pake buat nonton film dan nyimpen buku, aku menyadari kalo koleksi buku yang aku punya banyak yang lenyap. Sebagian karena dipinjam, yang umumnya untuk jangka waktu tujuh turunan 😆 , ato terselip di ruang lain yang kemudian menghilang dengan pola kebersihan yang terapkan pembantu di rumah.

Dengan semakin besarnya si kecil, aku tau kalo koleksi buku yang aku punya nantinya akan jatuh ke tangan dia. Ya mirip seperti aku yang udah meminta warisan buku yang dipunyai orang tuaku 😛 . Koleksi buku si kecil juga sudah mulai harus mendapatkan tempat tersendiri. Saat inilah menurutku saat yang tepat untuk mulai bicara tentang perpustakaan pribadi.

Perpustakaan, menurut UU Republik Indonesia No.43 Tahun 2007 yang diundangkan tanggal 1 November 2007 lalu, adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sedang Pemustaka adalah pengguna Perpustakaan. Ribet ya.. tapi yang namanya Undang-undang ya pasti ribet. Lha wong bikinnya mahal.. masak sederhana. Halah.. 😛

Perpustakaan terdiri atas .. buku.
Salah bos, perpustakaan bukan cuma buku. Emangnya toko buku. Ada banyak tuh yang bisa dimasukkan di dalamnya. Kita copy paste dari Perpustakaan Nasional Indonesia ya.. Perpustakaan Nasional terdiri atas terdiri dari Artikel Majalah, Artikel Surat Kabar, CD Audio, CD Data, CD Video, Foto Dalam Album, Kaset Audio, Majalah Langka, Manuskrip, Mikrofilm Surat Kabar, Mikrofis Buku, Monograf (OPAC), Peta, dan Media Massa Virtual (situs web). Dari rincian yang dipunya perpustakaan nasional ada berapa item yang udah kita punya? 😀 Paling buku, CD, Kaset, dan … blogroll. Nah terbukti kan kalo blogroll termasuk perpustakaan😀

Oke .. langkah-langkah apa sih yang perlu untuk bikin perpus pribadi?

  1. Pengumpulan, bisa diperoleh dengan :
    warisan, minjem (tujuh turunan) copy, unduh, dan beli. Problem umumnya di dana, karena buku bagi kita belum kebutuhan pokok.
  2. Tempat, kalo sudah terkumpul tentu perlu ruangan khusus untuk menyimpannnya. CD perlu tempat tersendiri, mengunduh perlu hardisk yang besar, belum lagi perawatannya. Kontainer plastik (70rb) cukuplah untuk pemula (seperti aku) selain rak (merk Olimpic 100rb setinggi 180cm)untuk memamerkan koleksi kita.
  3. Inventarisasi, meliputi pencatatan dari mulai diperoleh sampai dengan mengelompokkannya sesuai dengan jenis dan kriteria yang kita mau.

PerpusBicara inventarisasi, berarti bicara tentang subyek perpus (pengetahuan umum, agama, sastra, dll) dan obyek perpus (buku, CD dll). Inventarisasi awal adalah dengan membuat buku Induk. Buku induk memuat informasi nomor induk, tanggal masuk koleksi, nama pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, asal koleksi (beli, waris, copy, atau tukeran), harga, kolasi (jumlah halaman, lampiran), dan nomor panggil (kode yang mewakili koleksi tercatat di punggung buku, menunjukkan lokasi buku di jajaran koleksi di rak). Pengisian buku induk sekaligus sebagai kegiatan pencatatan data bibliografis yang akan dituangkan dalam katalog. Katalog ini biasanya terbagi 3 yaitu katalog subyek, katalog pengarang, dan katalog judul. Setelah dimasukkan dalam buku induk, tulis nomor induk di tiap buku. Biasanya tidak berlaku untuk majalah dan Media Massa Virtual (situs web).

Dari sekian banyak jenis pengklasifikasian subyek, yang sering dipake adalah Dewey Decimal Classification (DDC). Klasifikasi Dewey DDC ini dibuat oleh John Melvil Dewey tahun 1800-an. Subyek dalam DDC dibagi sepuluh kategori. Dan jujur saja sewaktu aku mulai membaginya agak kesulitan menentukan jenis dari suatu buku masuk ke klasifikasi yang mana. Pembagian dengan metode ini mungkin ini dapat membantu.

  • 000 untuk General Science (Ilmu Umum), What is unclassified elsewhere?
  • 100 Pscyology (Psikologi), Who am I ?
  • 200 Religion (Agama), Who made me ?
  • 300, Social Science (Ilmu Sosial), Who is that person ?
  • 400 Language (Bahasa), How can I communicate ?
  • 500 Pure Science (Ilmu Murni), What do I know about nature ?
  • 600 Applied Science (Ilmu-Ilmu Terapan), How can I use what I know about nature ?
  • 700 Art (seni), What do I do in my leisure time ?
  • 800 Literature (Sastra), What are the great writing ?
  • 900 History and Geography (Sejarah dan Geografi), Where can we go and where have we been ?.

Setiap kategori pembagian masih dapat dibagi lagi dalam sub-sub tertentu, seperti ini misalnya.

Kelebihan lain dari sistem DDC adalah memudahkan untuk ditambahkannya subjek/tema-tema baru. Pada saat pertama kali diterbitkan pada 1876, manual DDC hanya terdiri dari 44 halaman. Sedangkan dalam Edisi 21 yang diterbitkan pada 1996, manual DDC mencapai tebal lebih dari 4000 halaman. DDC memungkinkan penambahan subjek baru karena DDC menggunakan sistem desimal. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya. Jika memerlukan klasifikasi Dewey ini silakan menghubungi Perpustakaan Nasional yang dibagikan secara gratis (katanya lho ya..)

Nah, .. buku dah ada, ruang dah tersedia, inventarisasi dah tau caranya.. apalagi yang belum ? Proses dong.. jalan.. kerja.. wah bro.. kalo musti ngetik segituu banyak ya capee dech..

Kalo gak mau capek ya cari software untuk mengerjakannya. Salah satu yang aku pake adalah Perpustakaan (Light Version 2.5). Ini program free license dengan lebih dari 2000 buku dan bisa untuk 500 pengguna. Silaken unduh di sini.

Sip.. udah semuanya.
Silaken dicoba dan jangan pelit-pelit kalo punya buku banyak. Maksudku jangan pelit untuk membagi ilmu yang didapat dengan membaca.

Membaca .. memperkaya diri.
Menulis.. memperkaya orang lain.
(alias sedekah.. 😀 )

Baca juga :
http://istanabuku.wordpress.com/2008/04/04/mengelola-perpustakaan-pribadi/
http://jaen2006.wordpress.com/2006/12/08/lebih-dekat-dengan-%E2%80%9Cperpus%E2%80%9D/

Kamu adalah apa yang kamu baca.. wacana blogroll sebagai bentuk perpustakaan

Orang bisa dilihat dari film apa yang ditonton Dit. Kalo kamu suka film-film Indonesia, ketauan kalo kamu cuma tidak ingin berkembang dan cukup puas dengan keadaan sekarang. Berusahalah menyenangi film-film kelas Oscar ato Golden Globe dan cari tau kenapa film-film itu begitu mendapat perhatian.

Demikian temen kost ku dulu menjelaskan. Saat itu emang film Indonesia didominasi oleh film-film panas yang posternya sering di demo dan dibakar pengunjuk rasa. Meski sekarang film-film tadi tiap malam rutin bertandang ke kamar tidur dan ditonton anak-anak lewat TV-TV swasta, tapi tidak ada lagi yang capek-capek mau mendemonya. Saat itu, kita getol menyambangi bioskop yang menayangkan film-film Oscar. Perjalanan kami berakhir ketika suatu kali kami berbeda penafsiran atas ending film yang kami tonton. 😀 Kami akhirnya sadar bahwa suasana hati saat menonton ternyata berpengaruh pada kemampuan untuk mencerna narasi yang disampaikan.

The Sixth SensePerjalanan kami bergeser ke VCD (original), kami bangga dengan koleksi VCD kami dan berlomba-lomba mengumpulkannya, dengan konsekwensi menghemat uang makan. Maklumlah masih kost. Kenikmatan menonton film dengan gambar yang jernih dan tata suara yang bagus dari VCD original memudar dengan berkembangnya DVD. DVD bajakan tentu saja lebih bagus kualitas suara dan gambarnya dibanding VCD original. Kebanggan sebagai “anti produk bajakan” memudar. Idealisme mahasiswa dibenturkan dengan kenyataan bahwa DVD bajakan (jauh) lebih murah dari pada VCD original, 7ribu berbanding 49ribu.

Kebiasaan menonton menjadi berkurang karena kesibukan baru di tempat kerja. Perjalanan yang membutukan waktu lama di angkutan umum menimbulkan hobby baru (hooby lama yang tumbuh kembali) yaitu membaca. Buku menjadi salah satu kebutuhan pokok. Saat itulah kalimat “Kamu adalah apa yang kamu nonton” menjadi “Kamu adalah apa yang kamu baca”.

Menonton film sama halnya membaca buku. Sama-sama menggunakan mata sebagai sarana untuk mengolah informasi yang ada di depan mata. Aktivitas menonton dibatasi oleh gambar imajinasi dan tata suara yang sudah disodorkan oleh sutradara. Sedang dalam aktivitas membaca buku, imajinasi kita dibiarkan liar untuk mencapai titik tertinggi pemahaman kita akan maksud si penulis. Aku sendiri pernah merasa dibanting oleh seorang Paulo Coelho karena menurutnya tema sentral The Alchemist tertuang pada kalimat yang diucapkan Raja Melkisedek kepada si anak gembala, “bahwa jika engkau mendambakan sesuatu maka alam semesta bekerja sama membantumu memperolehnya.” Sedang menurutku tema sentralnya pada perjalanan si anak gembala. Imajinasiku terlalu jauh ato Paulo Coelho yang terlalu ringan .. 😀 .

Sekarang ini internet sudah menjadi bagian dari kehidupan aku kita sehari-hari. Kebiasaan malem mingguan di Gramedia sudah jauh berkurang 😀 .  Sekarang sudah banyak buku yang bisa di unduh cuma-cuma. Bahkan buku-buku yang masuk kriteria black list di Indonesia. Semakin banyak juga orang yang membagi apa yang telah dibacanya dengan menuliskannya di dalam situs ato blog. Beberapa blog sudah mengkhususkan diri hanya berbicara pada satu topik tertentu yang membuat kita lebih fokus untuk membacanya, contoh mas Bahar dan mas Dudi. Bahkan mas Bahar telah menyebutkan bahwa dia berlangganan beberapa blog sebagai sumber bacaannya.

Perpustakaan OnlineBlog yang menjadi sumber bacaan umumnya diletakkan pada blogroll sehingga memudahkan untuk membaca dan untuk menunjukkan bahwa kita tertarik pada topik utama blog tersebut. Yang biasanya kita mengelompokkan buku sekarang berubah menjadi mengelompokkan situs. Sekelompok situs yang menjadi “perpustakaan online” kita.

Bagaimana dengan kamu? Adakah situs ato blog yang selalu kamu kunjungi sebagai sumber bacaan. Adakah buku yang selalu kamu baca? Dan apakah blogroll memang benar merupakan perpustakaan kamu? Dan apakah kamu adalah apa yang ada di blogroll kamu? Hehehe.. sekedar sharing dan pengen tau.. 😀