Kamu adalah apa yang kamu baca.. wacana blogroll sebagai bentuk perpustakaan

Orang bisa dilihat dari film apa yang ditonton Dit. Kalo kamu suka film-film Indonesia, ketauan kalo kamu cuma tidak ingin berkembang dan cukup puas dengan keadaan sekarang. Berusahalah menyenangi film-film kelas Oscar ato Golden Globe dan cari tau kenapa film-film itu begitu mendapat perhatian.

Demikian temen kost ku dulu menjelaskan. Saat itu emang film Indonesia didominasi oleh film-film panas yang posternya sering di demo dan dibakar pengunjuk rasa. Meski sekarang film-film tadi tiap malam rutin bertandang ke kamar tidur dan ditonton anak-anak lewat TV-TV swasta, tapi tidak ada lagi yang capek-capek mau mendemonya. Saat itu, kita getol menyambangi bioskop yang menayangkan film-film Oscar. Perjalanan kami berakhir ketika suatu kali kami berbeda penafsiran atas ending film yang kami tonton.๐Ÿ˜€ Kami akhirnya sadar bahwa suasana hati saat menonton ternyata berpengaruh pada kemampuan untuk mencerna narasi yang disampaikan.

The Sixth SensePerjalanan kami bergeser ke VCD (original), kami bangga dengan koleksi VCD kami dan berlomba-lomba mengumpulkannya, dengan konsekwensi menghemat uang makan. Maklumlah masih kost. Kenikmatan menonton film dengan gambar yang jernih dan tata suara yang bagus dari VCD original memudar dengan berkembangnya DVD. DVD bajakan tentu saja lebih bagus kualitas suara dan gambarnya dibanding VCD original. Kebanggan sebagai “anti produk bajakan” memudar. Idealisme mahasiswa dibenturkan dengan kenyataan bahwa DVD bajakan (jauh) lebih murah dari pada VCD original, 7ribu berbanding 49ribu.

Kebiasaan menonton menjadi berkurang karena kesibukan baru di tempat kerja. Perjalanan yang membutukan waktu lama di angkutan umum menimbulkan hobby baru (hooby lama yang tumbuh kembali) yaitu membaca. Buku menjadi salah satu kebutuhan pokok. Saat itulah kalimat “Kamu adalah apa yang kamu nonton” menjadi “Kamu adalah apa yang kamu baca”.

Menonton film sama halnya membaca buku. Sama-sama menggunakan mata sebagai sarana untuk mengolah informasi yang ada di depan mata. Aktivitas menonton dibatasi oleh gambar imajinasi dan tata suara yang sudah disodorkan oleh sutradara. Sedang dalam aktivitas membaca buku, imajinasi kita dibiarkan liar untuk mencapai titik tertinggi pemahaman kita akan maksud si penulis. Aku sendiri pernah merasa dibanting oleh seorang Paulo Coelho karena menurutnya tema sentral The Alchemist tertuang pada kalimat yang diucapkan Raja Melkisedek kepada si anak gembala, “bahwa jika engkau mendambakan sesuatu maka alam semesta bekerja sama membantumu memperolehnya.” Sedang menurutku tema sentralnya pada perjalanan si anak gembala. Imajinasiku terlalu jauh ato Paulo Coelho yang terlalu ringan ..๐Ÿ˜€ .

Sekarang ini internet sudah menjadi bagian dari kehidupan aku kita sehari-hari. Kebiasaan malem mingguan di Gramedia sudah jauh berkurang๐Ÿ˜€ .ย  Sekarang sudah banyak buku yang bisa di unduh cuma-cuma. Bahkan buku-buku yang masuk kriteria black list di Indonesia. Semakin banyak juga orang yang membagi apa yang telah dibacanya dengan menuliskannya di dalam situs ato blog. Beberapa blog sudah mengkhususkan diri hanya berbicara pada satu topik tertentu yang membuat kita lebih fokus untuk membacanya, contoh mas Bahar dan mas Dudi. Bahkan mas Bahar telah menyebutkan bahwa dia berlangganan beberapa blog sebagai sumber bacaannya.

Perpustakaan OnlineBlog yang menjadi sumber bacaan umumnya diletakkan pada blogroll sehingga memudahkan untuk membaca dan untuk menunjukkan bahwa kita tertarik pada topik utama blog tersebut. Yang biasanya kita mengelompokkan buku sekarang berubah menjadi mengelompokkan situs. Sekelompok situs yang menjadi “perpustakaan online” kita.

Bagaimana dengan kamu? Adakah situs ato blog yang selalu kamu kunjungi sebagai sumber bacaan. Adakah buku yang selalu kamu baca? Dan apakah blogroll memang benar merupakan perpustakaan kamu? Dan apakah kamu adalah apa yang ada di blogroll kamu? Hehehe.. sekedar sharing dan pengen tau..๐Ÿ˜€

3 responses to “Kamu adalah apa yang kamu baca.. wacana blogroll sebagai bentuk perpustakaan

  1. Saya memang selalu mengunjungi blog tertentu…kadang rada kecewa kalau si empunya blog belum sempat membuat tulisan baru.

    Blog yang menarik minat biasanya berhubungan juga dengan minat saya, misalnya tentang: keluarga, pendidikan, psikologi, hukum, finance dan manajemen. Namun kalau ada yang mengunjungi blog saya dan meninggalkan komentar, saya berusaha untuk menjawabnya, walau kadang jawabannya terlambat jika lagi sibuk banget,

    # jadi blogroll bisa dibilang perpustakaan kita gak ya bu ?

  2. mula saya ngeblog adalah ingin membagi *atau curhat* pemikiran saya tentang bangsa ini, selanjutnya berkembang mencari teman sepemikiran, teman curhat & mulai cari ilmu2 baru lewat blog

    # makasih mas.. sesama itik harus saling berbagi

  3. Semoga semangat ngeblog tetap ada. Cuma memang banyak kendala untuk saling berbagi di dunia blog. Kendala utama saya biasanya adalah motivasi, waktu dan jaringan internetnya.

    # wah dah balik mas.. gimana diklatnya?
    betul mas.. musti mengalahkan banyak kendala.
    ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s