Masih adakah orang baik di Jakarta

“Ya pak.., tadi saya menemukan handphone di taksi.”
“Wah terimakasih pak, itu handphone saya, dimana saya bisa ambil pak?”
“Dateng aja ke sini, di Plasa Telkom Gatot Subroto.”
“Baik pak, saya langsung kesana? Di lantai berapa pak? Dengan Bapak siapa?”
” Jika sudah sampai di lobi, telpon saya lagi. Nanti saya turun.”
” Baik pak.”

….

“Pak, saya Didit yang tadi menelpon Bapak, saya sudah sudah di lobi.”
“Baik pak, saya akan turun.”

….

“Wah, pak Didit ini handphone nya. Tadi saya mo kasih ke sopir taksinya tapi takutnya malah hilang.”
“Terimakasih sekali pak. Ini memang handphone saya. Terimakasih pak.”
“Sama-sama mas. Maaf tadi tidak saya angkat, baru sadar ternyata bunyi handphone yang saya temukan. Ya sudah kalo begitu saya naik lagi.”
“Pak ini ada sedikit buat Bapak.”
“Nggak usah mas, udah saya naik ya.”
“Makasih banget pak. Maaf boleh saya tau nama Bapak?”
“Saya Dian mas. Udah ya.”
“Makasih pak Dian.”

….

“Udah gitu doang ?!”
“Iya, gak mau duit, gak nanya KTP, gak nanya kerja dimana. Ketemu langsung kasih hape dan balik lagi ke ke atas, mungkin ke kantornya.”
“Gila ya.. Jakarta gitu lho.. masih ada orang seperti itu”

Selasa kemaren (3/6) keringat dingin sempet mengalir deras dari diriku? Gimana enggak, handphone baru yang dikasih ama temenku mendadak raib dari dalam tas yang aku bawa ke kantor. Diobrak-abrik semua berkas di tas.. nihil, posisi reslueting tas.. aman, sobek.. enggak. Dari rumah naik ojek, disusul kereta, plus taksi aku gak pernah ngerasa ngeluarin tuh hape. Di meja.. nihil. Ketinggalan di rumah kali? kata temen di sebelah kasih saran. Aku coba telpon di rumah, nihil juga, yang ada malah bikin panik orang rumah. Coba aku telpon deh? usul temen di sebelah yang tadi. Beberapa kali telpon gak diangkat juga. Aku SMS juga gak dijawab. Coba aku telpon lagi, kata temen di sebelah (masih orang yang sama). Nggak lama diangkat, .. dan cerita selanjutnya seperti di atas.

Ada ungkapan sekejam-kejamnya ibu tiri masih lebih kejam ibukota. Banyak yang bilang di Jakarta yang kejam ini gak ada yang gratis. Semua diukur dengan nilai berupa uang. Bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya hak kita, pelayanan misalnya. Bikin KTP, perlu uang lebih. Bikin SIM, urus pajak, urus perijinan, bahkan kecing pun perlu bayar minimal senilai 1000 perak. Ini sama dengan 20 kali telpon menggunakan XL, iklan mode ON (soalnya masih heran liat istri tiap hari ngebel ke Semarang cuma 50 perak sekali telpon). Dan ketika ketemu peristiwa semacam tadi apa yang menjadi pemikiran kita? Curiga, tentu saja. Tetapi kenyataan tadi menyadarkan bahwa yang namanya orang baik dan kebaikan masih ada di Jakarta.

Apakah cuma satu orang ?

Berapa kebaikan yang pernah aku kita alami di Jakarta (ato dimana kita tinggal) sekarang? Satu sehari, satu seminggu, satu sebulan ? Apa kita cuma mendapat kebaikan? Apa kita cuma mengharap kebaikan? Berapa kebaikan yang kita telah berikan? Satu sehari, satu seminggu, satu sebulan ? Hehehehe.. cuma kita yang bisa menjawabnya.

Beberapa waktu yang lalu aku membaca buku berjudul Pay It Forward. Sudah di filmkan oleh Warner Bros dengan bintang Kevin Spacey, Helen Hunt, dan Haley Joel Osment. Di situ dikisahkan tentang seorang anak bernama Trevor mempunyai ide ketika diminta membuat school project dengan judul Do something to change the world , yaitu melakukan kebaikan kepada 3 orang dengan aturan bahwa 3 orang tersebut akan membalas kebaikannya dengan memberikan pertolongan kepada 3 orang lain lagi.

You do a favour that really helps someone and tell him or her NOT to pay it back. But to pay it forward to THREE other people who, in turn, each pay it forward to three more..

Begini cara melakukannya.

Selasa kemaren, aku telah mendapatkan satu kebaikan. Dan jelas-jelas sudah ditolak untuk “pay it back”. Dengan berlandaskan pada “pay it forward” aku mulai menulis ini. Satu kebaikan untuk 3 orang yang ada di depanku. Mungkin terlalu sedikit menemukan 3 orang di tengah kerumunan orang di Jakarta ini ato mungkin juga terlalu banyak jika berlandaskan pada semboyan 3M (dari yang kecil, dari diri sendiri, dimulai sekarang). Inti dari tindakan ini adalah “forward”, ke depan, ke luar, ke orang lain. Dan menurutku bukan jumlah yang menjadi ukuran tetapi gerakan ke depannya yang musti diutamakan.

Biarlah apa yang didepanku menjadi pilihan untuk melaksanakannya. Dalam dunia blog seperti ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah menulis. Sebab sekecil apapun yang bisa kita lakukan, mungkin besar bagi yang lainnya. Seperti juga kisah disini, disini, dan disini.

Pay It Forward.

Nb : Terimakasih sebesar-besarnya buat mas Dian, orang baikdi Jakarta, di Plasa Telkom Gatot Subroto.
Gambar diambil dari sini : http://www.cyours.com

28 responses to “Masih adakah orang baik di Jakarta

  1. Masih percaya ga kalo orang baik pasti akan selalu diberikan yang terbaik (meski ga tiap hari dan saat loh..). Selama ini diriku selalu berusaha (meski ga tiap saat) untuk berbuat baik tanpa berharap kebaikan itu akan kembali ke diri kita. Karena kebaikan akan menemukan jalannya sendiri. Believe it or not, setiap kebaikan yang kuterima (teman yang baik, kantor yang asik, belajar gratis di LN) mungkin buah kebaikan yang ditanam oleh orang-orang baik terdahulu. Pay it forward dah lama didahului oleh cerita Enid B (kog lupa ya judulnya) yg intinya sama “meneruskan kebaikan”. Semoga selalu jadi orang baik, good buddy.

    Regards
    Ning

    # ngomongin karma ya mbak.๐Ÿ˜€
    wah gak tau deh kalo yang Enid Blyton. cuma emang bagus tuh ide “pay it forward” dan bukannya “pay it back”.

  2. dulu kayaknya pay it forward pernah ada di oprah deh mas..
    (cmiiw)

    jadi ceritanya semua penonton masing2 dikasih US$ 1,000 secara cuma2 tapi syaratnya uang US$ 1,000 itu mesti dipake buat nolong orang lain yang butuh. nah setelah beberapa lama diputer deh video2 penonton dan bagaimana mereka menggunakan uang itu…

    program yang bagus…

    # betul re, ada kok di youtube. aku ada novel dan DVD film PIT, mau pinjem?

  3. mungkin dirimu ketemu cuma 1 orang ya..

    # cuma menyangkal bahwa di Jakarta tidak semua diukur dengan nilai uang mas๐Ÿ™‚

  4. …emang lu anggep apa gw, Dit ???

    # orang bogor ?๐Ÿ˜†

  5. Saya percaya masih banyak orang baik di Jakarta…cuma jangan sering kehilangan hape dengan harapan dikembalikan oleh orang yang menemukannya.

    # ah ibu telak sekali๐Ÿ˜ณ

  6. hmmm, baek bangettt bapak nya, mulai jarang orang kayak gitu

    # betul banget mas.. moga karma baiknya selalu menyertainya

  7. MLM an tentang kebaekan…. ๐Ÿ˜€

    # cuma gak mahal starterkit nya ๐Ÿ™‚

  8. speechless..
    selama ini cuma liat orang teriak-teriak di jalan..

    moga beliau dibalas dengan kebaikan yang sangat banyak.

    # amien

  9. Saya juga percaya masih banyak orang baik di Jakarta, hanya mungkin kita jarang bertemu / menemukannya๐Ÿ™‚

    # kalo “orang pajak” yang baik masih ada gak mbak ?๐Ÿ˜€
    *deg-degan nunggu jawaban*

  10. Gw kan baiiiiiikk…tinggal di Jakarta juga. Berarti gw termasuk orang baik di Jakarta dong..

    *bletak!!*

    # senengnya jika ada orang baik mampir (buru-buru ke belakang ambil minuman)๐Ÿ˜€
    inti jawabannya emang, masih. tentu saja lebih indah jika masih dan yang masih itu menularkannya ke semua orang. sehingga akan timbul pertanyaan baru, “masih adakah orang jahat di jakarta?”๐Ÿ™‚

  11. Jakarta? Kenapa harus Jakarta?
    Orang “Baik”? Kenapa harus orang “Baik”? Dikotomi “baik-buruk” sebenarnya merusak esensi hikmah kehidupan, sebab pada dasarnya, kedua-duanya adalah guru kehidupan, hanya lain rupa dan sifat.

    Salam,

    # kaidah penulisan yang baik mas.. 5W + 1 H (halah)๐Ÿ˜€
    enggak mas, cuma sekedar ucapan terima kasih. dan jika saja setiap orang berbuat baik dan membagikannya tentu dunia ini lebih indah. bukannya itu esensinya hidup mas ..๐Ÿ™‚

  12. hihihi.. jawabin pertanyaan mas Nindityo ahh..

    Alhamdulillah saya mash sering ketemu orang pajak yang baik๐Ÿ™‚ . Tapi ketemu yang kurang baik sering juga sehh heheheheh

    # seneng dengernya mbak.. masih ada yang baik, berarti masih ada harapan untuk menjadi lebih baik.๐Ÿ™‚

  13. Kebaikan datang pada anda merupakan kebaikan yang telah anda perbuat pada orang lain di waktu lalu, meski kebaikan tidak datang langsung dari orang yang anda baiki. Percayalah.

    # ini ngomongin karma, reinkarnasi, ato kenyataan sehari-hari ya mas..๐Ÿ™‚
    berbuat baik karena dan hanya karena kita baik, nampaknya itu lebih dari cukup.

  14. sebenernya semua orang baik.. layaknya semua orang itu pintar.. tapi belom semua orang bisa menggunakan kebaikannya dengan tepat๐Ÿ™‚

    # ini baru orang bijak yang bicara
    *tertunduk*

  15. Banyakan mana orang baik ama orang yang gak baik di Jakarta Dit? susah kali ya kalo ngitungnya.. cuma kalo menurut gw.. adalah bijaksana kalau kita menambah satu orang lagi yang masuk kategori orang baik di dunia ini.. bukan sebaliknya๐Ÿ™‚
    pay it forward!!๐Ÿ™‚

    # “saya percaya kamu orang baik, tapi setan dalam dirimu yang tidak aku percaya” (Godfather mode ON)

  16. Saya setuju, cuman kenapa hanya tiga. Toh dengan konsep 3M itu kita bisa berbuat baik pada semua orang, walau dalam hal-hal kecil. Misalnya sekedar menyenangkan Mas Tyo dengan ucapan: wah potongan rambut Mas Tyo bagus, beli sepatunya dimana? *gak nyambung*๐Ÿ˜†

    # dalam contoh cerita yang saya sisipkan pak (kekuatan pita biru, red), hal-hal kecil seperti senyum mampu mengubah seseorang. kalo dalam “pay it forward” si Trevor menggunakan diagram itu (3 orang) untuk menjelaskan idenya. 3 mungkin symbol pak, tidak sedikit, tapi juga tidak banyak.

  17. Eiiittt… Gambarnya bagus banget, bisa juga memunculkan gambaran seorang ayah sedang nggandeng 3 orang anak.

    # yang mana ya pa?๐Ÿ˜•

  18. sy mau dunk jd si org baik ituh hehehe๐Ÿ˜‰

    # aduh.. tau nggak kalo cuma orang baik yang bisa masuk sini.. yang jelek masuk akismet kok๐Ÿ˜€
    makasih dah mampir mbak

  19. wagh…..jadi takut diriku ke jakarta negh (rencana tgl 21 juni ke jakarta).

    tyo..udah aku jawab pertanyaanmu di blogku di sini

    # makasih bang.. aku dah email.

  20. jadi masih ada kan orang baik di Jakarta

    #๐Ÿ™‚ masih mas.. apalagi kalo kita ikut termasuk didalamnya

  21. Pay it to me. Siapa temanku yang ingin ketemu sama aku di kopdarannya Fertob?

    Anak STAN ya? Hmm… Dodok ke Jepang. Novi Munariyanto impossible. Ah, nggak mau menebak-nebak. Sebaiknya Sampeyan informasikan saja supaya saya bisa menghubunginya. Kalau ada no hp-nya lebih baik lagi (via email saja).

    # angkatan pertama disebut semua ya mas๐Ÿ˜€
    Dodok lagi kencan dengan Miyabi. Aji sedang berkubang minyak di Pekanbaru. Novi.. yo iku bocahe mas.. Tapi mendadak pukul 13.30 tadi membatalkan janji rencananya ke monas. didukung surat gambar sakit berupa MMS photo punggung dengan garis merah habis dikerok. coba di tengok di http://novimunarianto.wordpress.com
    btw, gimana kabar ibu mas?

  22. hp ketemu so makan-makan:D

    # ayuuuuk. kita hunting makanan rakyat di Jakarta mas..๐Ÿ˜€

  23. masih ada, tapi jumlahnya semakin langka mas….

    # ya kita yang nambahi mas๐Ÿ˜€

  24. mas, aku dikenalin ma temenmu yg suka ngasih hape dunk
    *ngarep.com*

    # orang langka dia nya mas Ade.. dikasih hapenya sih baru sekali, kalo yang lain sering๐Ÿ˜€

  25. Ping-balik: Indonesia Bisa : Kekuatan Pita Biru « perjalanan @nova

  26. Ping-balik: nindityo.com » Blog Archive » Indonesia Bisa : Kekuatan Pita Biru

  27. Wah bener sekali….kalau satu orang dapat berbuat baik ke 3 orang berikutnya,….mmmmm….kira-kira berapa waktu yang diperlukan agar semua orang terikut dalam kategori orang baik ya???nanti ku tanya pada murid-murid saya untuk menghitung. Tapi kalau di tempat saya masih banyak yang baik kok….

  28. Buat project kembangkan kebaikan…..
    sebarkan kebaikan kepada siapapun, kapanpun dan dimana pun. ada yang mau ikut???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s