Tag Archives: indonesia

FIGHT CORRUPTION!

Pertama, bahas slogan pajak dulu.
“lunasi pajaknya, awasi penggunaannya”

Inilah salah satu guna FIGHT CORRUPTION, yakni penyebaran informasi. Kita sadar bahwa bentuk korupsi keuangan adalah penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi. Uang negara yang mana? Ya sisi penerimaan APBN/APBD, dimana 80% APBN dari pajak.

Pajak dipungut negara. Sapa pemungutnya, ya orang pajak. Sapa penggunanya, ya semua bidang yang menerima sisi pengeluaran dari APBN alias semua lapisan masyarakat. Termasuk juga orang pajak.
Jadi kalo dibilang “ngapain aja kerja orang pajak masak masyarakat disuruh ngawasi” ya sebenernya agak salah tuding.
Orang pajak tugasnya ngumpulin duit, yang make semua departemen/ lembaga/masyarakat.
Jadi bukan orang pajak yang ngawasi penggunaannya.
Itu yang pertama.

Kedua, negara dengan indek korupsi (salah satu yang) tertinggi didunia tapi tanpa ada koruptor yang dipenjara.

Emang sih sekarang dah banyak yang diciduk, semakin banyak yang diadili, juga semakin banyak yang dibongkar. Tapi kok kayaknya tetep banyak korupsi ya. Bikin KTP masih mahal. Bikin perijinan masih perlu duit. Semua masih perlu uang tip, uang terima kasih, UUD, dll. Itu kan bentuk korupsi. Kenapa masih ada?

Read more ..

Iklan

Akhirnya datang juga.. Liga Inggris !

Wuih.. akhirnya hidup ini kembali bergairah. Tepat dimulai hari ini.. ya.. malam ini. Akhirnya ada juga pegangan hidup untuk beberapa bulan mendatang. Liga Inggris datang lagi. Liga sepakbola terbaik, terpanas, terbesar di dunia. Wah.. ada yang gak tau?! Waduh.. kemana aja boo ?? Gini aku critain.

Dulu aku gak suka nonton bola. Tentu saja bulu tangkis dengan Rudi Hartono, Lim Swie King, Harianto Arbi, Christian Hadinata, cs lebih menarik. Bisa teriak-teriak. Sambil sorak-sorak. Dan hasil pengamatan selama nonton bisa langsung dipraktekkan keesokan harinya, dengan maen bulutangkis di jalanan depan rumah.

Lho mana liga Inggrisnya. Klik sini ya..

100 Tahun Kebangkitan Nasional – bangkitnya Negara Kelima

Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.
(Wikipedia)

Guru sejarahku dulu menjelaskan bahwa pada titik inilah perjuangan rakyat Indonesia mulai bersifat nasional. Jika dulunya hanya bersifat kedaerahan, kesukuan, keagamaan, dengan Budi Utomo dimulailah perjuangan yang bersifat nasional. Kenapa nasional? Karena sudah tidak ada batasan anggota dan sudah berencana menuju ke kemerdekaan Indonesia (Hindia Timur) dari jajahan Belanda.

Dit, kamu mo ngajarin kita sejarah ya?

Hehehe.. maaf, syukur kalo dah tau. Alinea di atas sengaja ditulis, karena siang tadi sempet liat acara di TV, ada wawancara beberapa orang dan ditanya siapa Budi Utomo dan tau gak jawabannya? Hampir semua menjawab “nama orang.” Oke lah mungkin yang bener gak ditayangkan tapi gak ada salahnya kan kalo ngingetin lagi.

loga 100 taon kebangkitan nasionalBalik lagi ke tema hari ini. 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Bentar lagi di TV akan disiarkan langsung acara itu dan tentunya akan berlangsung dengan megah kalo diliat gladi bersihnya. Masalahnya kenapa musti gedhe-gedhean, disaat rakyat masih terpuruk dalam kemiskinan dan himpitan harga minyak? (LSM mode ON) 🙂 Ya sah-sah saja sih tergantung sudut pandangnya..

Kebetulan aku baru saja selesai baca Negara Kelima, sebuah novel karangan ES Ito. Tolong isinya dibaca sendiri. Karena sudut pandang yang mau aku bilang disini belum tentu sama dengan sudut pandang kamu ketika membacanya. Di situ disebutkan bahwa Indonesia sebagai satu negara hanya berdiri sampai dengan tanggal 1 Desember 1956 yaitu pada saat mundurnya Bung Hatta dari Wakil Presiden Indonesia. Sejak 1 Desember 1956 Indonesia bukan lagi merupakan satu kesatuan cita-cita tetapi hanya merupakan integritas wilayah.

Jika dibaca pada keadaan sekarang sebetulnya tidak ada yang salah dengan kalimat itu. Indonesia sekarang hanya integritas wilayah dari Sabang sampai Merauke. Masing-masing sibuk dengan cita-citanya sendiri. Kebijakan pusat ditolak oleh daerah, kasus terakhir BLT yang ditolak beberapa daerah. Dan kebijakan daerah ditolak oleh pusat, udah ratusan Perda yang dibatalkan oleh Depdagri. Dari sini lah dapat dilihat betapa Indonesia sudah mempunyai beragam cita-cita. Visi yang sama seperti saat Proklamasi kemerdekaan sudah hilang entah dimana, sebagian ditelan kenaikan harga minyak, sebagian tersapu tsunami, dan ada juga yang tertimbun lumpur Lapindo.

Kuliah lagi nih.. apa maksudnya Negara Kelima?

Sik tho.. sing sabar. Kesatuan cita seperti saat Proklamasi (masih ingatkan kalimat yang dihilangkan pada Piagam Jakarta ? ) yang mengorbankan kepentingan golongan dan mengedepankan kepentingan bangsa sudah semakin menipis saat ini. Itulah sebabnya sekarang ini bangsa kita bagai sedang mengais-ngais masa lalunya untuk membawa kebanggan diri kembali. Bahwa dulu kita bangsa yang besar, bahwa dulu kita bangsa yang disegani, bahwa dulu kita pernah bercita-cita untuk memajukan nusantara. Cita-cita yang bersifat nasional. Itulah kenapa jika ada pesta-pesta seperti malam ini ya mbok jangan buru-buru dihujat. Lha wong kita berusaha mengumpulkan jati diri yang sempet tercecer, sempet tertinggal dibelakang sana. Negara Kelima dalam buku ES Ito tadi adalah suatu cita-cita Indonesia baru, yang berpedoman pada cita-cita para pendiri bangsa dulu sewaktu mendirikan Indonesia. Inti Negara Kelima adalah rubuhkan Indonesia sekarang dan dirikan Indonesia Baru.

Lha.. kamu ngajarin Revolusi tho.. bahaya nih..

Piye tho bocah iki. Itu kan kata ES Ito. Kalo aku sih setuju Reformasi. Revolusi terlalu berani terhadap kebudayaan. Terlalu banyak makan korban. Jika gak setuju keadaan yang sekarang ya perbaiki. Perbaiki dari dalam, jangan dari luar teriak-teriak. Masuklah jadi anggota DPR, benahi Undang-undang. Masuklah ke partai politik dan benahi sistem perpolitikan kita. Masuklah jadi Pegawai Negeri dan berkerjalah dengan jujur. Jadilah pengusaha yang benar jangan dikit-dikit minta proteksi dan subsidi. Mulailah menulis di blog dan jadilah bloger yang bukan penipu 🙂 , dan sebagainya. Inilah sebabnya kenapa momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional harus kita jadikan titik balik untuk kembali ke Indonesia yang lama. Indonesia yang ingin rakyatnya adil makmur, bukannya sebagian adil dan sebagian makmur. Begitu lho mas..

Kamu nasionalis banget yo mas.. pasti PNS ? 🙂

Halah.. nasionalis kok pake PNS ato bukan. Emang pahlawan yang segitu banyaknya itu PNS semua ato jadi pahlawan karena dijanjiin diangkat jadi PNS. Emangnya pahlawan PON po piye.. 😀 Nah, menurutku sih nasionalisme yang sekarang ini lagi dibangkitkan haruslah dilakukankan dengan cara kita masing-masing dengan tetap merujuk pada cita-cita Indonesia yang besar. Indonesia dengan beragam suku, agama, ras, dan golongan (maaf dulu sempet ikut lomba P4 jadi agak copy paste kalimatnya) Yang sukunya Jawa ya silakan kembangkan budaya Jawa, yang agamanya Islam yang kembangkan agama Islam, yang pengusaha ya usaha yang bener, PNS jangan korupsi, dan sebagainya tetapi musti ingat kalo kita berbeda-beda. Jangan memaksakan pendapat sendiri. Emangnya otak yang kamu punya dikasih sapa? Tuhan yang sama tho..

Oke singgung sedikit tentang Negara Kelima. Di buku itu disebutkan bahwa Atlantis, dengan kebudayaannya yang besar itu dulunya ada di Indonesia. Kemudian berikutnya dilanjutkan dengan Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, dan Indonesia. Baca deh, analisanya lumayan sableng untuk dibilang serius. Tetapi terlalu serius untuk dibilang ndagel.

Atlantis yang hilang itu ada di Indonesia ? 🙄

Halah.. ya iyalah kalo mau dianalisa dikit 🙂 . Balik lagi ke laptop. Mbok kebangkitan nasional ini diisi dengan resolusi-resolusi pribadi. Semisal : tidak akan korupsi, akan nulis tiap minggu, akan matiin satu lampu tiap jam 19.00-22.00, akan buang sampah ditempatnya, beli produk Indonesia, dan lainnya yang intinya membuat Indonesia sekarang menjadi lebih baik lagi. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri, mulailah sekarang juga (kutipan dari Aa Gym). Ingat satu tindakan yang kecil akan mampu merubah dunia (Butterfly Effect).

Aku bayangin nih, Indonesia 10 taon lagi akan menjadi negara yang besar. Gak ada korupsi. Minyak tetep mahal, tapi energi kita gak kekurangan, iklim politik lebih stabil, pengangguran menurun, intinya adil makmur. Nah, kalo kita gak nyiapin diri kita untuk keadaan saat itu ya kita akan terlempar dari Indonesia. Siapkan diri untuk keadaan lebih baik dan Indonesia akan meresponnya (plintiran kalimat dari The Secret).

Ah, kamu pake ngomong tentang Atlantis. Indonesia pas kemerdekaan aja kamu tak mengalaminya. Gimana kita akan mampu mengetahui tentang Indonesia sebenarnya seperti cita-cita pendiri bangsa dulu? Omong kosong..

Kamu Indonesia (sekarang) banget ya.. Selalu mencari keluar. Selalu melihat orang lain. Indonesia seutuhnya ada dalam diri kamu. Hai kamu anak-anak Atlantis.., liat baik-baik diri kamu, dengar baik-baik hati kamu, tidakkah kamu ingat lagu Kebyar-kebyar .. bahwa putih tulangmu dan merah darahmu adalah semangat Indonesia.

Tidakkah kamu menangis ketika Susi merebut Emas Olimpiade..
Tidakkah kamu bersorak ketika Thomas Cup kita rampas..
Ingatkah gegap penonton ketika timnas sepakbola main di Senayan..
Dengarlah lagu Bendera dari Coklat..
Dengarlah lagu Indonesia Raya..
Nyanyikanlah Padamu Negeri..
Nyanyikanlah Halo Halo Bandung..
Rasakan getar dadamu..
Itulah Indonesia

Selamat bangkit, Negara Kelima.
100 Tahun Kebangkitan Nasional Indonesia.